Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Media Sosial untuk Anak Bakal Dibatasi? Korsel Mulai Kaji Aturannya

📅 Jumat, 17 Jul 2026, 09:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Media Sosial untuk Anak Bakal Dibatasi? Korsel Mulai Kaji Aturannya Doc: Antara/ Pexels
Ket. Ilustrasi -- Anak menggunakan gawai.

SEOUL – Sejumlah negara mulai menerapkan pembatasan penggunaan media sosial bagi anak sebagai respons atas meningkatnya kekhawatiran terhadap dampaknya pada kesehatan mental, keamanan digital, dan perkembangan sosial.

Kebijakan yang diterapkan beragam, mulai dari batas usia minimum, kewajiban verifikasi usia, hingga pembatasan akses pada jam-jam tertentu.

Langkah ini menunjukkan bahwa perlindungan anak di ruang digital kini menjadi isu global, bukan sekadar urusan orang tua atau sekolah.

Meski begitu, pembatasan saja belum cukup. Upaya tersebut perlu dibarengi dengan peningkatan literasi digital, pengawasan orang tua, serta tanggung jawab platform media sosial agar anak tetap bisa memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, dan sesuai dengan tahap perkembangannya.

Pengawas media Korea Selatan sedang mengkaji peraturan soal pembatasan penggunaan media sosial bagi anak berusia di bawah 14 tahun di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap penggunaan platform digital secara berlebihan.

Ketua Komisi Media dan Komunikasi Korsel Kim Jong-cheol mengatakan penggunaan media sosial secara berlebihan di kalangan remaja telah menjadi persoalan global.

"Kami sedang mengkaji secara bertahap rencana melarang anak di bawah 14 tahun membuat akun media sosial, serta membatasi paparan desain dan algoritma yang dapat mendorong penggunaan platform secara berlebihan bagi remaja berusia 14 hingga 19 tahun," kata Jong-cheol saat memaparkan hal tersebut di Kantor Kepresidenan Korea Selatan atau Istana Biru Korsel, Kamis (17/7).

Dia menyebutkan saat ini terdapat sekitar tujuh rancangan undang-undang (RUU) terkait yang sedang dibahas di Majelis Nasional.

Namun demikian, Jong-cheol mengakui kebijakan tersebut perlu dipertimbangkan secara hati-hati karena melihat pengalaman penerapan Shutdown Law pada tahun 2011.

Shutdown Law merupakan UU di Korsel yang melarang anak berusia di bawah 16 tahun mengakses permainan daring mulai tengah malam hingga pukul 06.00 waktu setempat.

UU tersebut akhirnya dicabut pada Januari 2022 setelah menuai kritik karena dinilai melanggar hak-hak dasar warga serta berdampak negatif terhadap industri permainan dan budaya di Korsel.

Usulan terbaru terkait pembatasan media sosial pada anak itu muncul ketika sejumlah negara mulai memperketat akses anak-anak dan remaja terhadap media sosial.

Uni Eropa mengajukan regulasi pembatasan akses media sosial bagi anak-anak setelah musim panas. Sementara itu, Australia menjadi negara pertama yang melarang anak berusia di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Nasional
Polri Mutasi 199 Personel, ...

PSM Makassar Digunduli PSS Sleman

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
PSM Makassar Digunduli PSS ...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.