Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Sekadar Teknologi, Indonesia dan India Perkuat Aliansi di Sektor Digital

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 16:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bukan Sekadar Teknologi, Indonesia dan India Perkuat Aliansi di Sektor Digital Doc: ANTARA/ HO- Komdigi
Ket. Wamen Komdigi Nezar Patria mendorong penguatan kemitraan Indonesia dan India dalam acara An Overview of the AI Roadmap of Indonesia di Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026).

JAKARTA – Kerja sama di sektor digital dengan negara lain makin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Bukan hanya soal berbagi teknologi dan investasi, kemitraan ini juga membuka peluang lahirnya inovasi, memperkuat talenta digital, hingga membantu pelaku usaha lokal menjangkau pasar yang lebih luas.

Kalau dikelola dengan baik, kolaborasi lintas negara bisa jadi dorongan besar bagi pertumbuhan ekonomi digital sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Indonesia dan India membuka babak baru kemitraan di sektor digital melalui riset serta pengembangan teknologi hingga kecerdasan buatan (AI).

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Nezar Patria dalam keterangannya diterima dan dikonfirmasi di Jakarta pada Sabtu (1/8) menyatakan bahwa hubungan kedua negara yang terjalin sejak era jalur rempah berabad-abad lalu kini memiliki peluang untuk dikembangkan melalui kolaborasi riset, pengembangan talenta dan infrastruktur digital serta inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Karena India dan Indonesia bukanlah pesaing yang mengejar jalur sempit yang sama di bidang AI. Kita saling melengkapi," ujar Nezar.

Nezar juga mengatakan hal tersebut dalam acara An Overview of the AI Roadmap of Indonesia di Jakarta Selatan, Jumat (31/8).

Wamen Nezar menyatakan India sebagai mitra alami yang berpengalaman membangun infrastruktur publik digital. Sementara itu, Indonesia memiliki bonus demografi serta sumber daya strategis untuk memperluas potensi pemanfaatan AI.

Lebih lanjut Wamen Nezar mengatakan regulasi Peta Jalan AI Indonesia menjadi pijakan untuk membawa kemitraan kedua negara ke tahap implementasi yang lebih konkret.

Menurutnya, Indonesia tidak ingin hanya menjadi pasar bagi teknologi AI global.

Pemerintah mendorong penguatan perangkat lunak, komputasi, pusat data, dan talenta digital agar Indonesia mampu mengambil peran lebih besar dalam pengembangan AI.

"Selama ini, persaingan global untuk AI telah memperlakukan negara-negara seperti Indonesia sebagai pasar. Tempat untuk menjual produk AI, bukan tempat di mana AI dibangun. Saya ingin menolak kerangka berpikir tersebut malam ini, dengan hormat namun tegas," tegas Wamen Nezar.

Ia menambahkan Indonesia memiliki modal kuat untuk membangun ekosistem AI, mulai dari cadangan nikel dan mineral kritis, populasi muda dalam jumlah besar, hingga posisi strategis di persimpangan Indo-Pasifik.

Momentum penguatan kemitraan kedua negara semakin terbuka setelah kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia yang menghasilkan 16 perjanjian baru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.