Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hampir 1.000 WNI Jadi Korban Scam, Pakar Minta Indonesia-Thailand Perkuat Investigasi Bersama

📅 Kamis, 06 Agu 2026, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hampir 1.000 WNI Jadi Korban Scam, Pakar Minta Indonesia-Thailand Perkuat Investigasi Bersama Doc: Antara
Ket. Profesor Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Arie Afriansyah berbicara dalam diskusi publik "Southeast Asia Unfinished Maritime Agenda" yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Jakarta, Selasa (24/6).

Jakarta – Guru Besar Hukum Laut Internasional Universitas Indonesia (UI) Arie Afriansyah menilai kerja sama Indonesia dan Thailand dalam memberantas sindikat penipuan daring perlu diperkuat melalui intelijen keuangan dan mekanisme Mutual Legal Assistance (MLA), agar tidak berhenti hanya pada pertukaran informasi.

Menurut Arie, pertukaran intelijen memang penting sebagai langkah awal, namun belum cukup untuk membongkar jaringan kejahatan transnasional karena informasi intelijen belum tentu dapat digunakan sebagai alat bukti di pengadilan.

"PPATK dan otoritas intelijen keuangan negara terkait harus menelusuri rekening, perusahaan cangkang, aset kripto, hingga pemilik manfaat (beneficial owner) sejak awal," kata Arie di Jakarta, Rabu (5/8).

Ia menjelaskan, Indonesia sebenarnya telah memiliki landasan hukum untuk kerja sama lintas negara melalui ASEAN Mutual Legal Assistance Treaty (ASEAN MLAT) yang berlaku sejak 20 Januari 2009 dan telah diratifikasi melalui Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2008.

Karena itu, Arie menyarankan pemerintah memanfaatkan mekanisme tersebut secara optimal dalam penyelidikan kasus penipuan daring lintas negara.

Selain itu, ia mengusulkan pembentukan satuan tugas bersama di bawah Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) untuk memetakan seluruh rantai sindikat, mulai dari perekrut korban, pengelola pusat penipuan (scam compound), penyedia teknologi, rekening penampung, pemilik manfaat, hingga pihak yang memberikan perlindungan terhadap jaringan tersebut.

"Pertukaran data secara real time harus diikuti investigasi paralel, operasi terkoordinasi, pembekuan aset, serta perlindungan terhadap korban berdasarkan prinsip non-punishment," ujarnya.

Menurut Arie, ASEAN tidak membutuhkan deklarasi baru, melainkan implementasi mekanisme operasional lintas negara yang lebih efektif.

Ia juga menilai Indonesia perlu menjalankan diplomasi berlapis untuk memberikan perlindungan maksimal kepada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban sindikat penipuan daring.

Menurutnya, Indonesia memiliki posisi tawar yang kuat karena jumlah korban yang cukup besar, hubungan strategis dengan Thailand, serta peran Indonesia di ASEAN. Namun, Thailand tidak dapat bertindak sendiri terhadap pusat-pusat penipuan yang berada di Myanmar maupun Kamboja tanpa kerja sama dari negara-negara tersebut.

"Indonesia perlu meminta akses konsuler, menetapkan target waktu pemulangan korban, memastikan korban tidak diperlakukan sebagai pelaku, sekaligus menindak perekrut yang berada di dalam negeri," katanya.

Pemulangan WNI

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul pada 3 Agustus 2026 menyepakati penguatan kerja sama penegakan hukum melalui pertukaran informasi, intelijen, investigasi bersama, serta pelacakan aliran dana untuk memberantas kejahatan transnasional, termasuk sindikat penipuan daring.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Thailand atas bantuan dalam memfasilitasi pemulangan hampir 1.000 WNI yang menjadi korban penipuan daring lintas negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Nasional
Pemerintah Bahas Upaya Perl...
Luar Negeri
Sebut Kuba 'Negara Gagal', ...
Luar Negeri
Bank Sentral Selandia Baru ...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.