Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hadapi Musim Kering, Ribuan Hektare Lahan Tani di Garut Diasuransikan

📅 Jumat, 29 Mei 2026, 10:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hadapi Musim Kering, Ribuan Hektare Lahan Tani di Garut Diasuransikan Doc: ANTARA/Feri Purnama.
Ket. Petugas meninjau sistem pengairan lahan sawah di Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

GARUT – Asuransi usaha tani menjadi instrumen penting untuk melindungi petani dari risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem, banjir, kekeringan, maupun serangan hama.

Kehadiran skema perlindungan ini membantu menjaga keberlangsungan usaha tani karena petani tetap memiliki modal untuk kembali menanam setelah mengalami kerugian.

Selain meningkatkan rasa aman bagi petani, asuransi pertanian juga berperan menjaga stabilitas produksi pangan nasional di tengah tingginya ketidakpastian iklim.

Jika cakupannya diperluas dan literasi petani ditingkatkan, program ini dapat menjadi fondasi penguatan sektor pertanian yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut, Jawa Barat menyebutkan lahan pertanian seluas 1.837 hektare sudah masuk dalam asuransi usaha tani untuk meminimalkan risiko kerugian besar karena gagal panen sebagai dampak dari musim kemarau.

"Lahan 1.837 hektare tepatnya untuk tahun ini yang diasuransikan," kata Kepala Dispertan Kabupaten Garut, Ardhy Firdian di Garut, Kamis (28/5).

Ia menuturkan pemerintah membantu petani dengan mendaftarkan lahan pertanian pada program asuransi usaha tani sebagai langkah meminimalkan kerugian besar dari ancaman gagal panen akibat kemarau maupun hama.

Tahun ini, kata dia, pemerintah hanya mampu mendaftarkan lahan tani seluas 1.873 hektare yang diprioritaskan untuk lahan dengan tingkat risiko tinggi terdampak kekeringan maupun serangan hama.

"Kalau semua lahan sawah anggarannya pasti sangat besar, makanya kita prioritaskan pada lahan-lahan yang potensi risikonya tinggi," katanya.

Ia menyampaikan manfaat dari lahan pertanian yang masuk asuransi akan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp6 juta per hektare apabila lahannya gagal panen atau puso akibat kekeringan, bencana alam, maupun serangan hama.

Ancaman gagal panen, kata dia, tidak hanya saat musim kemarau, tapi juga ada dampak organisme pengganggu tumbuhan seperti tikus dan sebagainya, juga dampak bencana alam akibat cuaca ekstrem.

"Yang jelas ada penggantian sebesar enam juta rupiah per hektare apabila tanaman padinya mengalami gagal panen," katanya.

Ia menambahkan, asuransi itu sebagai antisipasi kerugian yang besar, harapannya lahan pertanian tetap tumbuh dan memberikan keuntungan bagi petani.

Upaya pemerintah saat ini untuk menghadapi musim kemarau, kata dia, di antaranya mengoptimalkan pompanisasi pengairan, dan sumur dangkal maupun dalam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Militer AS "Waspada" Setela...
Ekonomi
FKBI Nilai Transformasi Ene...
  • Bukan Sekadar Pesta Budaya, Festival Tabut 2026 Ditarget Dongkrak Kas Daerah
    Preview komentar:
    Cara menghubungi call center KrediOne: Hubungi call center ...
    Cara menghubungi call center KrediOne: Hubungi call center ...
  • 5 Pengelola Wisata Pantai di Tulungagung Stop Tarik Retribusi, Ada Apa Ya?
    Preview komentar:
    Cara menghubungi call center KrediOne: Hubungi call center ...
    Cara menghubungi call center KrediOne: Hubungi call center ...
  • Iran Kembali akan Tutup Selat Hormuz sebagai Protes Serangan Israel di Lebanon
    Preview komentar:
    Cara menghubungi call center KrediOne: Hubungi call center ...
    Cara menghubungi call center KrediOne: Hubungi call center ...
Jadi Tersangka, Roy Suryo dan Tifa Jatuh Sakit, Dirawat Inap di RS Polri

Jadi Tersangka, Roy Suryo dan Tifa Jatuh Sakit, Dirawat Inap di RS Polri

20 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.