Kemenperin: Asesor Kompetensi Kunci Transformasi Manufaktur yang Adaptif
📅 Senin, 25 Mei 2026, 13:36 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia industri agar lebih kompeten dan berdaya saing guna mempercepat industrialisasi nasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat infrastruktur kompetensi melalui Pelatihan Asesor Kompetensi Angkatan 1 Tahun 2026.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, industri manufaktur masih menjadi motor penggerak ekonomi nasional sekaligus penyerap tenaga kerja terbesar. Karena itu, ketersediaan SDM industri yang tersertifikasi dan kompeten menjadi kebutuhan mendesak.
“Pengembangan industri nasional tidak lepas dari investasi, teknologi, dan SDM yang kompeten. Untuk itu, Kemenperin terus menjalankan program pembangunan infrastruktur kompetensi agar tenaga kerja industri siap, profesional, dan mampu bersaing,” ujar Menperin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (25/5).
Data Kemenperin menunjukkan, pada 2025 industri makanan menjadi sektor manufaktur dengan penyerapan tenaga kerja terbesar, mencapai 13,86 persen dari total tenaga kerja manufaktur. Hal ini membuktikan peran strategis industri manufaktur dalam menciptakan lapangan kerja yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kompetensi, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menggelar Pelatihan Asesor Kompetensi Angkatan 1 Tahun 2026 pada 4–8 Mei 2026 di Jakarta. Pelatihan mengacu pada kurikulum BNSP dan bertujuan mencetak asesor kompetensi yang profesional untuk melakukan uji kompetensi di sektor industri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menjelaskan, penyediaan SDM industri yang kompeten harus ditopang infrastruktur kompetensi yang lengkap, mulai dari SKKNI, LSP, asesor kompetensi, hingga Tempat Uji Kompetensi (TUK).
“Pelatihan ini merupakan bentuk fasilitasi pemerintah sekaligus wujud sinergi antara pemerintah, industri, LSP, dan akademisi untuk memperkuat kompetensi SDM industri nasional,” kata Doddy.
Kegiatan yang berlangsung lima hari ini terdiri dari empat hari pembelajaran dan satu hari uji kompetensi. Sebanyak 20 peserta dari kalangan praktisi dan akademisi perwakilan LSP sektor industri mengikuti pelatihan. Pengajar dan penguji berasal dari master asesor yang ditunjuk langsung oleh BNSP. Peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikat asesor kompetensi dari BNSP.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri (Pusdiklat SDM Industri) Ronggolawe Sahuri berharap LSP dapat memaksimalkan peran asesor kompetensi dalam pelaksanaan sertifikasi sesuai skema masing-masing.
“LSP juga perlu memperluas kerja sama dengan perusahaan, asosiasi industri, dan asosiasi profesi, serta menambah skema sertifikasi sesuai kebutuhan dunia industri,” ujarnya.
Dengan peningkatan kapasitas asesor kompetensi ini, Kemenperin optimistis kualitas SDM industri nasional akan naik sehingga mampu mendukung transformasi manufaktur Indonesia agar lebih produktif, kompetitif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi global.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!