Menperin Agus: Investor Beli Waktu, Bukan Lahan! Ini 3 Hal yang Dituntut Kawasan Industri
📅 Kamis, 30 Jul 2026, 10:33 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa persaingan ekonomi global saat ini sudah bergeser. Unit persaingan bukan lagi antar negara, melainkan antar kawasan industri.
"Ketika sebuah perusahaan global memutuskan di mana ia akan membangun pabriknya, keputusan itu hampir tidak pernah benar-benar diambil pada tingkat negara. Yang mereka bandingkan bukanlah Indonesia melawan Vietnam. Yang mereka bandingkan adalah sebuah kawasan di Jawa Tengah melawan sebuah kawasan di Binh Duong," kata Agus dalam sambutannya di Rakernas XXV Himpunan Kawasan Industri (HKI) di Jakarta, Kamis (30/7).
Menurut Agus, hal itu berarti daya saing industri nasional pada akhirnya ditentukan oleh keputusan-keputusan yang diambil oleh para pengelola kawasan industri.
"Artinya, unit persaingan ekonomi dunia hari ini telah berpindah. Bukan lagi negara melawan negara, melainkan kawasan melawan kawasan," tegasnya.
Jendela Peluang Tidak Akan Terbuka Selamanya
Sebaiknya Anda baca juga:
Agus menyampaikan tiga pesan pemerintah kepada para pengelola kawasan industri. Pesan pertama, jendela peluang investasi saat ini sedang terbuka lebar akibat fragmentasi perdagangan, disrupsi rantai pasok, dan ketegangan geopolitik.
"Bagi sebagian negara, keadaan ini adalah risiko. Bagi Indonesia, ini adalah peluang untuk memperkuat posisi sebagai salah satu basis produksi manufaktur dunia," ujarnya.
Ia menyebut fondasi ekonomi cukup kuat. Pada Triwulan I 2026, ekonomi nasional tumbuh 5,61 persen. Sektor industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,03 persen, dengan pertumbuhan manufaktur mencapai 5,04 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sektor manufaktur berkontribusi 19,07 persen terhadap PDB, 36,49 persen terhadap investasi nasional, 82,03 persen terhadap ekspor nonmigas, serta menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja.
Namun Agus mengingatkan, peluang tersebut tidak akan bertahan lama.
"Peluang bukanlah hasil. Perusahaan yang hari ini sedang memindahkan produksinya tidak sedang menunggu Indonesia. Mereka sedang membandingkan kita dengan Vietnam, Thailand, India, dan Meksiko — dan mereka melakukannya dalam hitungan bulan, bukan tahun. Jendela ini akan tertutup pada waktunya," katanya.
Pesan 2: Yang Dijual Adalah Waktu, Bukan Lahan
Pesan kedua, Agus meminta kawasan industri tidak lagi memposisikan diri hanya sebagai penyedia lahan dan utilitas.
"Yang sesungguhnya dibeli oleh seorang investor bukanlah lahan per meter persegi. Yang ia beli adalah waktu — berapa cepat sebuah komitmen investasi dapat berubah menjadi produksi, dan seberapa kecil ketidakpastian yang harus ia tanggung," jelasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!