Tak Lagi Jadi Penonton, IKM Kini Masuk Rantai Pasok Motor Listrik Nasional
📅 Selasa, 18 Agu 2026, 13:58 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA– Industri Kecil dan Menengah (IKM) resmi masuk ke rantai pasok motor listrik nasional. Dua IKM binaan Kementerian Perindustrian, PT Kannindo Metal Industri dan PT Multikon Rekatama Industri, telah memproduksi komponen box baterai dan bracket baterai untuk Molinas Alva milik PT Electra Mobilitas Indonesia.
Peluncuran Molinas Alva dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada 13 Agustus 2026 di Cikarang.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, keterlibatan IKM dalam ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) roda dua sengaja didorong agar transformasi kendaraan listrik menciptakan efek berganda bagi industri nasional.
“Target kami bukan sekadar semakin banyak IKM yang mendapatkan pembinaan, tetapi juga memenuhi persyaratan industri, karena IKM harus mampu memenuhi kualifikasi sebagai pemasok, masuk ke dalam rantai pasok, dan pada akhirnya memperoleh pesanan secara berkelanjutan,”kata Agus di Jakarta, Selasa (18/8).
IKM Dibina Sesuai Kebutuhan OEM
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemenperin menggunakan pendekatan supplier development. Kebutuhan industri besar dan OEM menjadi titik awal pembinaan. IKM potensial lalu menjalani asesmen kesiapan pemasok yang mencakup teknologi, kualitas, kapasitas produksi, engineering, sertifikasi, produktivitas, biaya, hingga ketepatan pengiriman.
“Pembinaan IKM harus dimulai dari kebutuhan pasar. OEM dan Tier-1 menyampaikan kebutuhan serta standar yang harus dipenuhi, kemudian pemerintah melakukan pembinaan agar IKM mampu menutup kesenjangan tersebut,” jelas Agus.
Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menambahkan, instrumen penting mempercepat keterlibatan IKM adalah penguatan kemitraan dan business matching. Forum ini tidak hanya mempertemukan IKM dengan industri besar, tetapi juga membahas spesifikasi komponen hingga proses kualifikasi pemasok.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Orientasi akhirnya adalah terciptanya komitmen pembelian. Keberhasilan diukur dari berapa banyak IKM yang berhasil menjadi qualified supplier dan mendapatkan pesanan secara berkelanjutan,”ujar Reni.
Peluang Komponen Terbuka Lebar
Pada tahap awal, IKM dapat mengisi komponen yang teknologinya sudah dikuasai seperti komponen logam, plastik, karet, jok, bracket, housing, sheet metal, fastener, hingga wiring harness.
Untuk IKM dengan kemampuan engineering lebih tinggi, peluang terbuka di komponen bernilai tambah seperti battery housing, motor housing, precision machining, komponen kelistrikan, hingga komponen pendukung battery pack dan power electronics.
Sepanjang 2026, Ditjen IKMA melalui Direktorat IKM LMEA telah menjalankan pemetaan kebutuhan komponen dari APM, pemetaan kemampuan IKM, business matching, hingga pelatihan perakitan dan servis kendaraan listrik roda dua dan roda tiga.
“Kemenperin ingin memastikan IKM tidak hanya menjadi penerima manfaat dari pertumbuhan industri kendaraan listrik, tetapi turut menjadi bagian dari mesin pertumbuhan sektor tersebut,” tegas Reni.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!