Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Imbau Nelayan Waspada Gelombang Tinggi di Sulawesi Tenggara hingga 18 Juli

📅 Rabu, 15 Jul 2026, 10:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Imbau Nelayan Waspada Gelombang Tinggi di Sulawesi Tenggara hingga 18 Juli Doc: ANTARA
Ket. Gelombang di perairan Sulawesi Tenggara.

KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau para nelayan dan pengguna jasa angkutan laut mewaspadai potensi gelombang tinggi yang diprakirakan melanda sejumlah wilayah perairan di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga 18 Juli 2026.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari, Gabriella Larasati, di Kendari, Rabu (15/7),mengatakan tinggi gelombang di sejumlah lokasi diproyeksikan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, yang masuk dalam kategori waspada.

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan tradisional yang menggunakan kapal berukuran kecil, untuk lebih berhati-hati karena tinggi gelombang kategori waspada ini sangat berisiko bagi keselamatan pelayaran," kata dia.

Berdasarkan kondisi sinoptik, pola angin di wilayah Sultra umumnya bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 20 knot.

Namun, BMKG mencatat kecepatan angin tertinggi diprakirakan dapat mencapai hingga 25 knot atau setara dengan 6 Skala Beaufort.

"Kondisi embusan angin kencang ini berpotensi besar terjadi di perairan Wakatobi bagian timur serta Laut Banda timur Wakatobi," ujarnya.

Dia mengatakan terdapat 10 wilayah perairan di Sultra masuk zona peringatan dini gelombang tinggi dengan kategori waspada, antara lain perairan utara Wawonii, Laut Banda timur Wawonii, perairan Wakatobi bagian barat, perairan Wakatobi bagian timur, Laut Banda timur Wakatobi, Selat Cempedak, Laut Flores selatan Buton, perairan Buton, Baubau, dan Teluk Bone Barat Kabaena.

"Berdasarkan analisis garis waktu BMKG, ancaman gelombang tinggi setinggi 1,25 hingga 2,5 meter ini diprakirakan konsisten melanda 10 area perairan tersebut sejak tanggal 15 Juli dan diproyeksikan bertahan hingga 18 Juli 2026 pukul 08.00 Wita," katanya.

Pihaknya meminta masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir perairan tersebut tetap memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala.

"Masyarakat dan pelaku kegiatan maritim disarankan untuk terus memperbarui perkembangan cuaca perairan dan pelayaran secara berkala melalui saluran resmi BMKG maritim demi keselamatan bersama," demikian Gabriella Larasati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
Megapolitan
Pramono Buka Alasan Tarif L...

ITS Ubah Limbah Peternakan dan Pertanian di Papua Barat Jadi Energi

48 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
ITS Ubah Limbah Peternakan ...
Olahraga
Arthur Fils Mundur dari Dav...

Anggaran Dipangkas, Gerak BNPB Terbatas

52 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Anggaran Dipangkas, Gerak B...
Advertisement
Pesan Terakhir Pukul 15.04, Ini Kronologi dan Update Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

Pesan Terakhir Pukul 15.04, Ini Kronologi dan Update Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.