Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perubahan Iklim Ancam Kepunahan Ribuan Spesies Tanaman di Dunia pada Akhir Abad Ini

📅 Minggu, 24 Mei 2026, 06:40 WIB | Oleh:
Perubahan Iklim Ancam Kepunahan Ribuan Spesies Tanaman di Dunia pada Akhir Abad Ini Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Seorang warga mengambil sisa air yang masih mengalir di Telaga Tritis, Ngestirejo, Tanjungsari, Gunung Kidul, Yogyakarta.

WASHINGTON - Sejumlah tanaman yang membentuk lanskap khas di berbagai wilayah dunia diperkirakan tidak akan mampu bertahan hingga akhir abad ini seiring perubahan iklim yang semakin menjadi penyebab utama hilangnya spesies, menurut para ilmuwan. Kondisi tersebut dapat mengubah bahkan mempersempit habitat yang dibutuhkan tanaman untuk bertahan hidup.

Dilansir dari The Straits Times, para peneliti memodelkan persebaran masa depan berbagai spesies tumbuhan vaskular, yakni kelompok tumbuhan yang mencakup hampir seluruh jenis tanaman di dunia yang memiliki jaringan pengangkut air dan nutrisi.

Mereka meneliti lebih dari 67.000 spesies, atau sekitar 18 persen dari seluruh tumbuhan vaskular yang diketahui di dunia.

Hasil penelitian menunjukkan sekitar 7 persen hingga 16 persen spesies berpotensi kehilangan lebih dari 90 persen wilayah habitatnya, sehingga menghadapi risiko tinggi kepunahan.

Contohnya adalah Catalina ironwood atau island ironwood, pohon langka endemik California, bluish spike-moss dari garis keturunan tanaman yang sudah ada lebih dari 400 juta tahun, hingga sekitar sepertiga spesies Eucalyptus yang menjadi salah satu kelompok tanaman paling ikonik di Australia.

Para peneliti memperoleh estimasi tersebut setelah memeriksa jutaan catatan lokasi tanaman serta berbagai skenario emisi gas rumah kaca untuk periode 2081 hingga 2100.

Habitat tanaman bukan sekadar titik di peta, melainkan seluruh kombinasi kondisi yang dibutuhkan untuk hidup, seperti suhu, curah hujan, jenis tanah, penggunaan lahan, dan fitur lanskap seperti naungan.

“Salah satu cara membayangkannya adalah tanaman mencoba mengikuti ‘selubung iklim’ yang bergerak. Ketika suhu memanas, banyak spesies dapat bergeser ke utara atau ke dataran lebih tinggi agar tetap cukup sejuk. Namun suhu hanyalah sebagian dari cerita,” kata peneliti pascadoktoral Universitas Yale Junna Wang dan profesor ilmu lingkungan dari Universitas California Davis Xiaoli Dong dalam komentar bersama kepada Reuters.

Keduanya memimpin penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Science.

Di banyak wilayah, perubahan iklim disebut memperkecil kombinasi kondisi lingkungan yang sesuai, sehingga semakin sedikit area yang mampu menyediakan seluruh kebutuhan hidup suatu spesies tanaman.

Bagi tanaman, perpindahan atau penyebaran biasanya terjadi lintas generasi melalui biji atau spora yang dibawa angin, air, hewan, maupun gravitasi.

Namun ketika para peneliti membandingkan perpindahan alami dengan skenario di mana tanaman dapat mencapai habitat baru mana pun yang sesuai, tingkat kepunahannya ternyata tetap hampir sama.

“Jika keterbatasan perpindahan menjadi masalah utama, maka memungkinkan penyebaran tanpa batas seharusnya bisa sangat mengurangi risiko kepunahan. Namun itulah yang tidak kami temukan,” kata Wang dan Dong.

Temuan itu dinilai penting bagi upaya konservasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.