Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Produksi Pangan Nasional Dinilai Jadi Penentu Stabilitas Ekonomi Indonesia hingga 2026

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 07:37 WIB | Oleh:
Produksi Pangan Nasional Dinilai Jadi Penentu Stabilitas Ekonomi Indonesia hingga 2026 Doc: Antara Foto
Ket. Petani menaburkan pupuk di area persawahan untuk menjaga produktivitas tanaman padi di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjaga stabilitas pasokan beras.

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Ninasapti Triaswati menilai konsistensi produksi pangan nasional menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas inflasi dan pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2026 di tengah ketidakpastian pangan global.

“Pasokan pangan dan produksi khususnya beras sangat mempengaruhi stabilitas. Karena itu konsistensinya perlu dijaga,” kata Ninasapti dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Di tengah ketidakpastian global dan tekanan pangan dunia, sektor pertanian dinilai tetap menjadi salah satu bantalan utama ekonomi nasional melalui penguatan produksi, stabilitas pasokan, dan pengendalian harga pangan.

Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pada periode yang sama tahun sebelumnya, sektor pertanian tercatat menjadi salah satu sumber pertumbuhan utama dengan kontribusi sebesar 1,11 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Ninasapti, capaian tersebut menunjukkan sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam menopang perekonomian nasional karena berhubungan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menjadi salah satu sektor penyerap tenaga kerja terbesar.

Ia menilai konsistensi produksi pangan perlu terus dijaga hingga akhir 2026 agar sektor pertanian mampu mempertahankan perannya sebagaimana yang ditunjukkan sepanjang 2025, baik dalam menjaga stabilitas ekonomi maupun pengendalian inflasi pangan.

Menurut dia, komoditas pangan memiliki pengaruh besar terhadap inflasi nasional karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat. Oleh sebab itu, keberhasilan menjaga produksi dan pasokan pangan domestik dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi April 2026 tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan. Di tengah kenaikan harga secara umum tersebut, kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru memberikan andil deflasi sebesar 0,06 persen yang dipengaruhi turunnya harga sejumlah komoditas pangan seperti daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai.

Kondisi tersebut dinilai mencerminkan pasokan pangan domestik yang relatif terjaga dan mulai memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga pangan nasional di tengah ketidakpastian global.

Ninasapti menegaskan keberhasilan menjaga pasokan dan produksi beras nasional sangat berpengaruh terhadap kestabilan harga kebutuhan pokok masyarakat.

“Pasokan beras dan juga dari sisi produksi sangat mempengaruhi stabilitas. Saya kira ini perlu dijaga dengan baik,” katanya.

Ia menambahkan swasembada beras menunjukkan besarnya peran sektor pangan dalam menopang kondisi ekonomi nasional. Komoditas beras dinilai memiliki andil signifikan terhadap pengendalian inflasi karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

“Beras itu andilnya sangat besar dalam mengendalikan inflasi. Artinya ini menunjukkan peran makanan dan minuman yang sangat besar,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.