Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand Kolaborasi Atasi Sampah Plastik Laut.

📅 Sabtu, 23 Mei 2026, 19:55 WIB | Oleh:
Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand Kolaborasi Atasi Sampah Plastik Laut. Doc: Antara Foto
Ket. Salah satu tempat istirahat di Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Indonesia bersama tiga negara tetangga yakni Malaysia, Filipina, dan Thailand berkolaborasi mengelola sampah plastik untuk melindungi ekosistem laut pulau-pulau kecil di perbatasan empat negara tersebut.

Kolaborasi ini diwujudkan dalam program "Plastic Smart Islands" yang diinisiasi World Wide Fund for Nature (WWF), guna menanggulangi sampah plastik di pulau-pulau kecil dan kawasan pesisir agar tidak masuk ke laut, sekaligus mengubah sampah jadi bernilai ekonomi.

"Plastic Smart Islands merupakan wadah kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antara Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand dalam upaya pengendalian sampah plastik, khususnya di wilayah pesisir dan kepulauan," ujar Wakil Bupati Berau, Gamalis di Tanjung Redeb, Sabtu.

Program tersebut mendorong pengelolaan sampah terpadu berbasis prinsip reduce/ mengurangi penggunaan plastik, reuse/ menggunakan kembali, recycle/ daur ulang (3R) sebagai solusi penanggulangan sampah plastik yang makin meningkat.

Dalam kolaborasi ini, WWF telah menginisiasi pertemuan antara Pemkab Berau bersama tiga negara tersebut  di Hotel Mercure, Tanjung Redeb, Berau pada Selasa, 12 Mei 2026.

Dalam kesempatan itu, Gamalis menyampaikan persoalan sampah menjadi tantangan serius yang perlu ditangani bersama melalui langkah nyata dan berkelanjutan.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2024, timbunan sampah di Kabupaten Berau mencapai sekitar 54 ribu ton.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 67,67 persen sampah telah dilakukan pengelolaan, sedangkan sisanya yang 32,33 persen masih belum tertangani, sehingga perlu dilakukan penguatan 3R.

Ia menyebut, komposisi sampah terus meningkat, khususnya sampah plastik yang berpotensi mencemari air, tanah maupun udara, sehingga pihaknya terus mendorong peningkatan penanganan melalui sistem persampahan terpadu.

"Tempat pemrosesan sampah diprediksi mengalami kelebihan kapasitas pada 2028 mendatang. Jika tidak diimbangi dengan pengelolaan sampah yang baik sejak sekarang, maka persoalan lingkungan akibat sampah makin kompleks," katanya.

Salah satu langkah yang didorong adalah penerapan model tata kelola sampah berbasis tempat pengelolaan sampah (TPS) 3R. Model ini dinilai dapat menjadi program berkelanjutan dan diterapkan secara luas, tidak hanya di kawasan Kepulauan Derawan, tapi juga pulau-pulau kecil lainnya.

"Dalam TPS 3R, sampah dipilah sejak dari sumbernya, kemudian diolah sesuai jenisnya. Sampah organik dimanfaatkan menjadi kompos maupun pakan ternak berupa magot (ulat), sedangkan sampah anorganik dipilah untuk didaur ulang sehingga memiliki nilai ekonomi," ujar Gamalis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Kementan akan Kurangi Jumlah Impor Domba dan Kambing

45 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kementan akan Kurangi Jumla...
Luar Negeri
New Zealand Dilanda Tren Ke...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
HUT Jakarta ke-499: Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum 27-28 Juni 2026

HUT Jakarta ke-499: Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum 27-28 Juni 2026

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.