Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Serangan Drone Garda Revolusi Iran Hancurkan Radar Pertahanan Udara Utama AS di Arab Saudi.

📅 Kamis, 19 Mar 2026, 00:06 WIB | Oleh:
Serangan Drone Garda Revolusi Iran Hancurkan Radar Pertahanan Udara Utama AS di Arab Saudi. Doc: Istimewa
Ket. Radar senilai 20 juta dolar AS ini memiliki jangkauan deteksi 460 kilometer, dan penargetannya merupakan bagian dari upaya yang lebih luas oleh pasukan Iran untuk menargetkan jaringan radar AS dan mitra strategisnya

TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam Iran berhasil melancarkan serangan  menggunakan drone serang sekali pakai untuk menghancurkan radar pertahanan udara AN/FPS-117 di dekat bandara Al-Qaisum di Arab Saudi. Radar senilai 20 juta dolar AS ini memiliki jangkauan deteksi 460 kilometer, dan penargetannya merupakan bagian dari upaya yang lebih luas oleh pasukan Iran untuk menargetkan jaringan radar AS dan mitra strategisnya guna membatasi kesadaran situasional dan kemampuan pertahanan udara mereka.

Dari Military Watch, setelah AS dan Israel memulai serangan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari, Garda Revolusi dengan cepat berhasil menghancurkan  sistem  radar bernilai tinggi senilai 2,7 miliar dolar AS, termasuk satu-satunya radar AN/FPS-132 yang berbasis di luar AS, yang terletak di Qatar, dan dua radar AN/TPY-2 di Yordania dan Uni Emirat Arab.  Beberapa radar bernilai lebih rendah juga telah dihancurkan di berbagai fasilitas di seluruh wilayah tersebut.

Menanggapi hancurnya jaringan radar berbasis darat, Angkatan Udara AS meningkatkan tempo operasional sistem peringatan dini dan kendali udara (AWACS)  E-3 Sentry  di Timur Tengah, dengan pesawat-pesawat tersebut dilaporkan terbang dengan kepadatan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Yordania, Arab Saudi utara, Irak selatan, dan Mediterania timur. Operasi ini dimaksudkan untuk memberikan kemampuan deteksi berkelanjutan terhadap drone dan rudal Iran yang ditembakkan ke target di Yordania dan Israel. Angkatan Udara AS  mengerahkan  sebagian besar armada operasional E-3 globalnya ke Timur Tengah dan Eropa sebelum dimulainya serangan terhadap Iran, dengan AWACS membawa radar udara terbesar di dunia, dan diandalkan untuk mengendalikan ruang pertempuran taktis menggunakan tautan data untuk meningkatkan kesadaran situasional jaringan pertahanan udara AS dan sekutu. 

AS telah menanggapi penghancuran radar berbasis darat dengan  menarik  sistem pertahanan udara dan radarnya dari seluruh dunia, termasuk dari  posisi terdepan yang strategis  di Korea Selatan, untuk dikerahkan kembali ke Timur Tengah. Hal ini memiliki implikasi jangka panjang yang signifikan bagi postur kekuatan AS di Asia Timur dan bagi keadaan aliansinya di kawasan tersebut. 

Serangan drone Iran telah mencapai keberhasilan yang semakin meningkat dalam menghancurkan target bernilai tinggi di fasilitas militer di seluruh Timur Tengah, dengan sejumlah sumber Barat menuduh bahwa Korps Garda Revolusi telah menerima dukungan penargetan dari Rusia menggunakan jaringan satelitnya. 

Iran juga telah membangun persenjataan rudal balistik bernilai tinggi, terutama Fattah 2 yang telah menunjukkan kemampuan kendaraan luncur hipersonik canggihnya untuk menetralisir target bernilai tinggi, yang merupakan salah satu aset yang memungkinkan Iran untuk menolak dominasi eskalasi AS. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.