BKSDA Sumbar Ungkap Harimau Sumatra yang Muncul di Agam Merupakan Induk dan Anak.
📅 Selasa, 16 Jun 2026, 17:29 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang ketemu warga saat pergi ke kebun di Koto Tabang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, pada Senin 15 Juni 2026 pagi merupakan induk dan anak.
"Kesimpulan ini berdasarkan hasil identifikasi lapangan yang kita lakukan bersama patroli anak nagari atau pagari dan pemerintah nagari (desa) setempat," kata Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra di Lubuk Basung, Selasa.
Ia mengatakan dari hasil identifikasi lapangan ditemukan dua ukuran jejak kaki harimau dengan ukuran sekitar 10 centimeter dan enam centimeter.
"Jejak kaki ditemukan di lahan perkebunan milik warga. Dugaan kami satwa ini induk dan anak," katanya.
Ia menyebutkan harimau tersebut keluar dan bertemu dengan warga, diduga berburu mangsa berupa babi hutan. Di lokasi temuan jejak kaki harimau, petugas menemukan bangkai babi hutan yang diperkirakan kondisi dua hari lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami menemukan bangkai babi hutan dan setelah itu menemukan jejak kaki harimau," katanya.
Untuk itu dia mengimbau warga untuk tidak melakukan aktivitas di kebun sendirian, pergi ke kebun dari pukul 09.00-16.00 WIB, mengandangkan ternak dan lainnya.
Sebelumnya BKSDA Sumbar mendapatkan laporan dari pemerintah nagari setempat dan Polsek Palupuh terkait warga atas nama Mizwar (52) bertemu dua individu Harimau Sumatera.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mendapatkan laporan itu, BKSDA langsung mengerahkan petugas beserta Tim Pagar melakukan identifikasi lapangan berupa wawancara saksi mata, mencari jejak keberadaan satwa, baik kaki, cakaran, maupun kotoran, serta mencari faktor penyebab satwa itu muncul.
Setelah itu melakukan patroli untuk pengamanan warga sekitar daerah tersebut.
"Kita melakukan patroli siang dan malam di lokasi kemunculan satwa dan termasuk di sekitar pemukiman warga. Tidak tertutup kemungkinan upaya evakuasi kita lakukan," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!