Kementan akan Kurangi Jumlah Impor Domba dan Kambing
📅 Selasa, 16 Jun 2026, 19:45 WIB | Oleh: Ilham SudrajatTANGERANG - Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan telah menghentikan jumlah impor kambing dan domba. Pasalnya, populasi domba nasional telah mencapai 9,15 juta ekor pada 2025.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda, mengatakan peningkatan populasi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong upaya pemerintah. Khususnya dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap impor domba dan kambing.
“Populasi domba nasional kita sudah mencapai 9,15 juta ekor di tahun 2025. Alhamdulillah juga hampir sudah satu tahun impor dari domba dan kambing juga sudah kita setop, kita kurangi,” ujarnya di acara Indo Livestock Expo & Forum di NICE PIK 2, Kabupaten Tangerang, Selasa (16/6).
Meski demikian, sambung Agung, pemerintah masih membuka opsi impor domba dan kambing secara terbatas. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan pasar tertentu untuk produk premium yang dibutuhkan sektor hotel, restoran dan katering (horeka).
Menurut Agung, produksi daging kambing dalam negeri oleh peternak saat ini belum bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan nasional. Seperti industri horeka yang membutuhjkan daging kambing premium.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Tapi karena memang ada sedikit kebutuhan untuk industri horeka yang premium. Kita kembali sesuai dengan pertemuan terakhir, kita kembali membuka impor,” ucap dia.
Ke depan, lanjut dia, pemerintah akan mendorong pelaku usaha dan asosiasi peternakan untuk meningkatkan produksi dalam negeri agar kebutuhan domba dan kambing dapat dipenuhi dari peternak lokal. Langkah tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri peternakan nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas ternak.
Diketahui, Kementan menyatakan bila saat ini Indonesia telah sukses swasembada domba dan kambing. Pernyataan itu dilayangkan dalam acara Indo Livestock Expo & Forum di NICE PIK2, Kabupaten Tangerang, Selasa 16 Juni 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda mengaku hal tersebut tercermin dari impor daging domba dan kambing. Jumlahnya saat ini tercatat di bawah angka 10 persen.
“Saat ini Indonesia bisa kita declare kita sudah swasembada daging domba dan kambing. Kenapa? Karena impor kita sudah berada di bawah 10 persen dari kebutuhan nasional, bahkan kita terus kurangi,” ujar dia.
Kendati demikian, Agung mengaku selama enam bulan di 2026 ini, pemerintah masih membuka impor daging domba dan kambing. Syaratnya yang memiliki kualitas premium dengan jumlah di bawah 10 persen dari kebutuhan nasional.
“Jadi Indonesia disamping sudah swasembada daging ayam dan telur, kita juga sekarang sudah swasembada untuk domba dan kambing. Kita sedang mendorong ekspor dan teman-teman nanti akan menyaksikan bagaimana para pengusaha kita di Indonesia sudah melakukan butchering system sehingga daging domba/kambing jenis apapun bisa dihasilkan di dalam negeri,” ucap dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!