Gubernur Al Haris Dorong Penyusunan Kamus Bahasa Melayu Jambi untuk Lestarikan Budaya Daerah.
📅 Selasa, 16 Jun 2026, 14:53 WIB | Oleh: Yebdi TrismarGubernur Jambi Al Haris mendorong penyusunan kamus Bahasa Melayu Jambi agar nilai-nilai adat dan kebudayaan tetap lestari di tengah laju perkembangan zaman pada era modernisasi saat ini.
"Kita ingin dinas terkait nanti mengkaji kamus Bahasa Melayu, bahasa daerah. Kita ingin bikin karena hal itu penting," kata dia saat peringatan Hari Adat Melayu Jambi di Kota Jambi, Selasa.
Selain fokus pada penguatan lembaga adat, Pemerintah Provinsi Jambi memberikan perhatian khusus pada kelestarian bahasa daerah.
Untuk itu, kata dia, perlu dorongan berbagai pihak guna melakukan kajian mendalam mengenai eksistensi kamus Bahasa Melayu Jambi.
Ia menilai pembuatan kamus penting sebagai upaya nyata pelestarian budaya lokal agar identitas budaya Jambi tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui peringatan Hari Adat Melayu Jambi yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, dirinya menegaskan pentingnya keterkaitan erat antara budaya Melayu dan nilai-nilai Islam di Jambi.
Kehadiran Islam di Tanah Melayu, kata dia, menjadi tonggak awal lahirnya Adat Melayu Jambi.
Berlandaskan sejarah tersebut, Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi secara resmi menetapkan tanggal 1 Muharam sebagai Tahun Baru Islam menjadi Hari Adat Jambi.
Dengan ditetapkan 1 Muharam sebagai Hari Adat Jambi, dia mengharapkan, muncul hubungan emosional yang semakin kuat antara adat dan syariat Islam di tengah masyarakat.
Al Haris menjelaskan peristiwa ini harus menjadi alat memperkuat tiga pilar utama dalam tata kelola kemasyarakatan di Jambi atau yang dikenal dengan istilah tungku tigo sepilin. Ketiganya memiliki peran masing-masing yang saling menopang.
Dalam istilah itu, pemerintah bertugas mengatur tata kelola pemerintahan, ulama berperan membimbing umat di bidang keagamaan, dan lembaga adat memiliki tugas mengawal kehidupan masyarakat di sektor adat istiadat serta hukum-hukum adat.
"Kita memperingati hari ini dengan tujuan agar masing-masing lembaga ini saling memperkuat, baik itu lembaga adat, peran ulama, maupun pemerintah. Semuanya harus saling bekerja sama dengan baik," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!