Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menata Masa Depan Ekosistem Halal Nasional

📅 Jumat, 22 Mei 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Dari sekitar 66 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 3 juta yang memiliki sertifikat halal. Ini menjadi tugas kita bersama untuk mempercepat proses tersebut, agar UMKM dapat tumbuh dan bersaing, termasuk dengan produk asing.

Percepatan ini memerlukan sinergi yang kuat antara BPJPH selaku regulator, LPPOM (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika) sebagai lembaga pemeriksa, dan MUI (Majelis Ulama Indonesia) sebagai pemegang otoritas fatwa. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat dalam mengonsumsi produk halal di Indonesia.

Sejauh mana sertifikat halal dapat menjadi kunci penting dalam meningkatkan daya saing produk Indonesia, terutama industri tekstil di pasar global?

Halal sudah menjadi industri dunia. Industri tekstil wajib memiliki sertifikat halal karena produknya bersentuhan langsung dengan tubuh kita.

Sertifikasi halal pada produk tekstil tidak hanya memberikan jaminan kepatuhan syariah, tetapi juga meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk Indonesia di pasar internasional. Industri tekstil Indonesia yang telah bersertifikat halal akan memiliki peluang lebih besar untuk bersaing secara global.

20260521213811_WWC--Ahmad-Haikal-Hassan003.jpg

DOK. BADAN PENYELENGGARA JAMINAN PRODUK HALAL

Bagaimana pengembangan ekosistem jaminan produk halal nasional, khususnya melalui pemutakhiran laboratorium halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, dapat memperkuat kualitas dan kredibilitas sertifikasi halal di Indonesia?

Laboratorium merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan jaminan produk halal. Laboratorium adalah ruh dari jaminan produk halal. Kekuatan kita ditentukan oleh kemampuan pengujian dan pembuktian ilmiah. Kapasitas deteksi yang unggul akan menempatkan BPJPH pada posisi yang kredibel dan berkeadilan dalam mengambil keputusan.

Keberadaan laboratorium yang mutakhir menjadi penentu dalam menyelesaikan perbedaan hasil atau keraguan terhadap status kehalalan suatu produk. Ketika ada perbedaan hasil, maka keputusan harus merujuk pada institusi yang memiliki kemampuan pengujian paling kuat dan terpercaya. Kita ingin memastikan kapasitas tersebut ada di BPJPH.

Bagaimana BPJPH memperkuat kompetensi Pengawas Jaminan Produk Halal (JPH) agar pengawasan terhadap produk halal, termasuk produk impor yang masuk dan beredar di Indonesia, dapat berjalan lebih efektif?

Pengawas JPH memiliki peran strategis dalam memastikan kepatuhan pelaku usaha terhadap ketentuan halal. Pengawas Jaminan Produk Halal harus terus meningkatkan kapasitas, kapabilitas, dan kompetensi untuk mendukung penyelenggaraan serta pencapaian Jaminan Produk Halal secara optimal.

Penguatan kompetensi pengawas mencakup pemahaman regulasi, kemampuan teknis, serta integritas dalam menjalankan tugas pengawasan. Kegiatan pembinaan Pengawas Jaminan Produk Halal diikuti oleh 73 Pengawas JPH di pusat, serta 595 Pengawas JPH daerah di seluruh Indonesia.

Ketika dipercaya untuk melakukan pengawasan halal, maka harus terus meng-upgrade diri, memperbaiki kualitas, dan menjaga integritas. Kompetensi menjadi kunci agar pengawasan berjalan efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Swedia Izinkan Ukraina Menj...
Luar Negeri
Pilih Mapan Dulu Baru Nikah...
Presiden Prabowo Tiba di Lombok Barat untuk Resmikan Lima Bendungan

Presiden Prabowo Tiba di Lombok Barat untuk Resmikan Lima Bendungan

10 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
IHSG Hari Ini Panen Sentimen Positif
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.