Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemendagri Minta Pemda Rangkul Penyuluh Pertanian demi Swasembada Pangan

📅 Kamis, 09 Jul 2026, 17:55 WIB | Oleh:
Kemendagri Minta Pemda Rangkul Penyuluh Pertanian demi Swasembada Pangan Doc: Kemendagri
Ket. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong seluruh pemerintah daerah (Pemda), khususnya Kepala Dinas Pertanian, untuk memperkuat sinergi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai ujung tombak pembangunan sektor pertanian.

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong seluruh pemerintah daerah (Pemda), khususnya Kepala Dinas Pertanian, untuk memperkuat sinergi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai ujung tombak pembangunan sektor pertanian. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan program swasembada pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Tomsi Tohir, saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Perluasan Penerapan Budi Daya Padi Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Kamis (9/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan pentingnya membangun kerja sama yang solid antara pemerintah daerah dan para penyuluh yang setiap hari mendampingi petani di lapangan.

"Tidak ada orang yang bisa berhasil tanpa kerja sama, oleh sebab itu tetap jaga kekompakan dan mau merangkul serta mendengarkan teman-teman penyuluh," ujar Tomsi.

Menurut Tomsi, pemerintah saat ini memberikan perhatian besar terhadap sektor pertanian sebagai fondasi utama ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta menyelaraskan berbagai program pembangunan pertanian dengan target nasional yang telah ditetapkan untuk tahun 2027.

Target tersebut meliputi peningkatan produksi padi hingga mencapai 55.273.025 ton, penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) seluas 5.981.316 hektare, serta optimalisasi operasional sebanyak 5.829 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di berbagai daerah. Seluruh sasaran tersebut membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, penyuluh, dan para petani.

Selain itu, Tomsi menegaskan keberhasilan seorang Kepala Dinas Pertanian tidak hanya ditentukan oleh latar belakang pendidikan maupun pengalaman kerja. Menurutnya, kemauan untuk terus belajar dan membangun komunikasi yang baik dengan Penyuluh Pertanian Lapangan menjadi faktor yang jauh lebih menentukan keberhasilan pelaksanaan program di lapangan.

"Oleh sebab itu tidak ada pengaruh kita dari mana, yang penting keinginan kita untuk mengetahui dan mau merangkul teman-teman dari PPL ini," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tomsi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyuluh pertanian yang selama ini berperan aktif mendampingi petani serta menjaga keberlangsungan produksi pangan nasional. Ia menilai dedikasi para penyuluh menjadi salah satu kunci dalam memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.

"Tanpa Bapak-Ibu sekalian para penyuluh, kita tidak akan berhasil, dan tidak terasa karena kita semua setiap hari makan beras maka ini semua adalah hasil jerih payah Bapak-Ibu sekalian," pungkasnya.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, jajaran pemangku kepentingan terkait, Kepala Dinas Pertanian dari berbagai pemerintah daerah, serta Penyuluh Pertanian Lapangan dari seluruh Indonesia. Melalui forum tersebut, pemerintah berharap koordinasi lintas sektor semakin kuat guna mempercepat terwujudnya swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Kemenperin Dorong Gen Z Kembangkan Industri Batik

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.