Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Serukan Aksi Global karena Kemajuan SDGs Dinilai Belum Cukup

📅 Kamis, 09 Jul 2026, 18:48 WIB | Oleh:
PBB Serukan Aksi Global karena Kemajuan SDGs Dinilai Belum Cukup Doc: X - Antonio Guterres
Ket. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres

NEW YORK — Laporan PBB menunjukkan bahwa kemajuan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) masih belum merata. Selain itu, kemajuan SDGs juga belum memadai menjelang tenggat Agenda 2030, dilansir dari Xinhua, Kamis (9/7).

PBB menyebut hanya 36 persen target SDGs yang dapat dinilai berada pada jalur yang tepat. Hal tersebut dilaporkan dalam The Sustainable Development Goals Report 2026 yang dirilis pada Selasa (7/7) lalu.

Sementara itu, hampir setengah target mengalami stagnasi dan 15 persen target mengalami kemunduran. Laporan tersebut disampaikan dengan waktu empat tahun tersisa menuju target Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan yang diadopsi pada 2015.

PBB menilai investasi berkelanjutan, kebijakan yang tepat, dan kerja sama internasional telah menghasilkan kemajuan di berbagai bidang. Hampir 1 miliar orang memperoleh akses terhadap air minum yang dikelola secara aman.

Sementara itu, sebanyak 1,2 miliar orang memperoleh akses terhadap sanitasi yang dikelola secara aman. Selain itu, infeksi HIV baru menurun 30 persen antara 2015 dan 2024, sedangkan kematian terkait AIDS turun 35 persen.

Listrik kini menjangkau 92 persen populasi dunia dan akses internet meningkat dari 40 persen menjadi 74 persen. Laporan tersebut juga mencatat bahwa perlindungan sosial untuk pertama kalinya mencakup lebih dari separuh populasi global.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengatakan visi Agenda 2030 masih dapat dicapai jika negara-negara melakukan dorongan terakhir yang menentukan. Ia menekankan pentingnya upaya bersama untuk mewujudkan masa depan yang sehat dan sejahtera bagi semua.

Meski demikian, laporan tersebut menunjukkan berbagai tantangan besar masih menghambat pencapaian SDGs. Satu dari 10 orang di dunia masih hidup dalam kemiskinan ekstrem.

Sementara itu, sekitar 2,3 miliar orang menghadapi kerawanan pangan sedang atau berat. Lebih dari 150 juta anak masih mengalami stunting, dan angka kematian ibu masih hampir tiga kali lebih tinggi dari target global.

Selain itu, jumlah orang yang terdampak bencana terkait iklim telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 2015. Meningkatnya konflik, perubahan iklim, perlambatan pertumbuhan ekonomi, meningkatnya utang, dan penurunan bantuan pembangunan resmi memperburuk kekurangan capaian SDGs.

Menurut PBB, kondisi tersebut terutama berdampak pada kelompok masyarakat paling rentan. Wakil Sekretaris Jenderal PBB Amina Mohammed menegaskan bahwa SDGs dapat memberikan hasil jika didukung kemauan politik dan sumber daya.

Ia menyerukan komitmen pada kesetaraan gender, percepatan transisi energi terbarukan, dan pengutamaan perdamaian. PBB menegaskan SDGs tetap dapat dicapai jika negara-negara bertindak bersama dengan urgensi, skala, solidaritas, dan tekad yang lebih besar. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • RAPBN 2027 di Depan Mata, Investor Menanti Jawaban Pemerintah soal Arah Ekonomi Indonesia
    Preview komentar:
    Sejalan dengan kehati-hatian fiskal yang disepakati Banggar DPR ...
  • El Nino Ancam Produksi Pangan, Pengelolaan Air dan Perlindungan Petani Perlu Diperkuat
    Preview komentar:
    Sejalan dengan rekomendasi penerapan climate-smart agriculture yang didorong ...
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra2
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival

GPM menyemarakkan HUT RI di Aceh

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
GPM menyemarakkan HUT RI di...

Lembang Street Carnival 2026

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Lembang Street Carnival 2026

Jogja Fashion Week 2026

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Jogja Fashion Week 2026
Luar Negeri
Nama Trump Kembali Dipasang...
Nasional
Bea Cukai gagalkan penyelun...

Produksi ekspor briket arang di Kota Serang

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Produksi ekspor briket aran...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Ada Pidato Presiden, Hindari Kawasan Lalin Sekitar DPR

Ada Pidato Presiden, Hindari Kawasan Lalin Sekitar DPR

14 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.