Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Laut Natuna, KKP Bangun 10 Kapal Pengawas Baru

📅 Jumat, 10 Jul 2026, 15:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Laut Natuna, KKP Bangun 10 Kapal Pengawas Baru Doc: Antara
Ket. Sejumlah Awak Kapal Pengawas (AKP) Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP KKP) memberi hormat kepada kapal Pengawas Kelautan dan Perikanan Orca 02 di Dermaga Ex Presiden, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/2/2024).

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan di Laut Natuna Utara melalui pembangunan 10 kapal pengawas baru serta perluasan dermaga Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan mengatakan, penambahan armada tersebut merupakan upaya pemerintah meningkatkan pengawasan guna memberantas praktik penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (IUUF) khususnya di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 711 Laut Natuna Utara.

"Penambahan armada ini tentu harus didukung dengan penyediaan prasarana dermaga yang memadai, sehingga mampu menampung kapal-kapal berukuran besar yang saat ini sedang dibangun," kata Didit dalam keterangan, di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan pembangunan 10 kapal pengawas kelas I akan menambah kekuatan armada patroli KKP yang saat ini berjumlah 34 unit.

Selain memperkuat armada, KKP juga akan mengembangkan Pangkalan PSDKP Batam sebagai pangkalan utama kapal pengawas melalui perluasan fasilitas dermaga.

Direktur Jenderal PSDKP KKP Pung Nugroho Saksono mengatakan Batam dipilih sebagai pangkalan utama karena memiliki posisi yang strategis untuk mendukung operasi pengawasan di Laut Natuna Utara.

"Batam menjadi pangkalan utama bagi kapal pengawas yang beroperasi di WPPNRI 711 Laut Natuna Utara. Kawasan perairan tersebut masih tergolong rawan terhadap praktik pencurian ikan ilegal atau illegal fishing," ujar Pung Nugroho.

Menurut Pung, keberadaan dermaga yang lebih memadai akan mendukung operasional kapal-kapal pengawas berukuran besar, sehingga pengawasan di wilayah perbatasan dapat dilakukan secara lebih optimal.

Ia menambahkan pembangunan kapal pengawas maupun perluasan Dermaga PSDKP Batam dilakukan dengan pendampingan Kejaksaan RI untuk memastikan seluruh proses berjalan secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan.

Laut Natuna Utara merupakan salah satu wilayah perairan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap aktivitas kapal ikan asing ilegal. Selain berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga, kawasan tersebut juga memiliki potensi sumber daya perikanan yang melimpah sehingga kerap menjadi sasaran praktik illegal fishing.

Direktorat Jenderal PSDKP sepanjang 2025 telah mengamankan 41 kapal perikanan ilegal, terdiri atas enam kapal ikan asing, yakni lima kapal berbendera Vietnam dan satu kapal berbendera Malaysia, serta 35 kapal perikanan Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Pilih Mapan Dulu Baru Nikah...
Presiden Prabowo Tiba di Lombok Barat untuk Resmikan Lima Bendungan

Presiden Prabowo Tiba di Lombok Barat untuk Resmikan Lima Bendungan

10 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
IHSG Hari Ini Panen Sentimen Positif
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.