AS dan Negara Anggota NATO Terus Beri Dukungan Militer ke Ukraina
📅 Jumat, 10 Jul 2026, 01:20 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SANKARA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menawarkan sambutan hangat yang tak terduga kepada para sekutunya saat mereka mengakhiri Konprensi Tingkat Tinggi (KTT) Pakta Pertahanan Atlantik Utara/North Atlantic Treaty Organization (NATO) pada hari Rabu (8/7), setelah sebelumnya mengecam sekutunya atas tanggapan mereka terhadap perang yang dilancarkannya terhadap Iran.
Perubahan sikap yang tiba-tiba itu terjadi dalam beberapa jam saja, yang menggambarkan beragam emosi yang ditunjukkan oleh pemimpin AS yang mudah berubah-ubah itu.
“Ini adalah pertemuan yang hebat, ada banyak kasih sayang di ruangan itu, banyak persatuan,” kata Trump kepada wartawan setelah pertemuan tertutup 32 kepala negara NATO di Ankara, Turki.
Trump pun telah meyakinkan mereka bahwa ia ingin AS tetap berada dalam aliansi militer tersebut, dengan mengatakan: "Kami ingin tetap bersama Anda," kata sebuah sumber di dalam sesi tersebut kepada AFP. Hal itu tercermin dalam deklarasi akhir di mana para pemimpin NATO menegaskan kembali "komitmen teguh" mereka terhadap klausul bantuan timbal balik yang tercantum dalam Pasal 5 perjanjian aliansi tersebut.
“Serangan terhadap satu negara adalah serangan terhadap semua negara,” demikian bunyi pernyataan tersebut, dengan kata-kata yang bertujuan untuk meredakan kekhawatiran tentang komitmen Washington terhadap aliansi tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, hari itu tidak dimulai dengan baik karena Trump mengecam kegagalan sekutu NATO untuk mendukung kampanyenya melawan Iran tepat sebelum sesi tersebut. Ia bahkan mengancam akan memangkas perdagangan dengan Spanyol, dan bersikeras bahwa ia masih menginginkan wilayah Greenland milik Denmark, anggota NATO.
“Saya sangat kecewa dengan NATO, karena apa yang mereka lakukan dengan Greenland, dan fakta bahwa mereka tidak ingin membantu kita dengan negara sponsor teror nomor satu, yaitu Iran,” katanya.
Berubah Drastis
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, begitu ia bertemu langsung dengan para pemimpin, nada bicaranya berubah drastis, menurut sumber yang menghadiri pembicaraan tersebut.
“Ada kontras yang kuat antara apa yang dikatakan Trump di depan umum dan apa yang sebenarnya ia katakan di dalam,” katanya kepada AFP.
Ia juga mengurangi retorika sebelumnya tentang Iran, di mana ia menggambarkan mereka sebagai “sampah” dan “orang-orang yang kejam dan brutal” dengan pernyataannya tentang masalah tersebut tidak sekeras sebelumnya,” kata sumber tersebut.
Perdana Menteri Estonia, Kristen Michal,setuju bahwa nada bicara Trump dalam sesi tersebut lebih moderat, dan mengatakan kepada AFP bahwa ia telah memberikan "semacam pesan konstruktif, bahwa Eropa harus meningkatkan upaya, berinvestasi lebih banyak dalam pertahanan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!