Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jenius Harvard yang Dijuluki 'Next Einstein', Tolak Tawaran Miliaran Rupiah dari Jeff Bezos Demi Kejar Misteri Alam Semesta

📅 Jumat, 10 Jul 2026, 15:53 WIB | Oleh:
Jenius Harvard yang Dijuluki 'Next Einstein', Tolak Tawaran Miliaran Rupiah dari Jeff Bezos Demi Kejar Misteri Alam Semesta Doc: Istimewa
Ket. Selama menempuh pendidikan di MIT hingga meraih gelar doktor di Harvard, Sabrina dikenal sebagai ilmuwan yang lebih mengutamakan penelitian daripada popularitas.

WATERLOO - Di saat banyak ilmuwan muda memimpikan pekerjaan bergaji fantastis di perusahaan teknologi atau lembaga riset ternama, Sabrina Gonzalez Pasterski justru mengambil jalan yang berbeda. Fisikawan teoretis lulusan Harvard itu menolak tawaran bernilai jutaan dolar AS demi tetap fokus meneliti misteri terbesar alam semesta.

Dari Times of India, perempuan kelahiran Chicago, Amerika Serikat, pada 1993 itu kerap dijuluki sebagai "Albert Einstein berikutnya" berkat kecerdasannya yang luar biasa dan kontribusinya di bidang fisika teoretis. Namanya semakin dikenal setelah penelitian tentang spin memory effect dan gelombang gravitasi mendapat perhatian para ilmuwan dunia, termasuk fisikawan legendaris Stephen Hawking yang mengutip hasil risetnya dalam karya ilmiah.

Bakat Sabrina sudah terlihat sejak kecil. Saat berusia 12 tahun, ia mulai merakit sendiri sebuah pesawat bermesin tunggal dari kit. Dua tahun kemudian, ketika baru berusia 14 tahun, ia berhasil menerbangkan pesawat rakitannya secara solo—bahkan sebelum cukup umur untuk memiliki SIM. Prestasi itu menjadi salah satu faktor yang mengantarkannya diterima di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Selama menempuh pendidikan di MIT hingga meraih gelar doktor di Harvard, Sabrina dikenal sebagai ilmuwan yang lebih mengutamakan penelitian daripada popularitas. Kepakarannya membuat banyak pihak berusaha merekrutnya, termasuk Blue Origin, perusahaan antariksa milik miliarder Jeff Bezos, serta NASA. Brown University bahkan disebut menawarkan posisi profesor dengan paket kompensasi sekitar 1,1 juta dolar AS. Namun seluruh tawaran bergengsi itu ditolaknya.

Alih-alih mengejar karier dengan gaji tinggi, Sabrina memilih melanjutkan penelitian mengenai gravitasi, lubang hitam, dan struktur dasar ruang-waktu. Saat ini ia menjadi peneliti utama dalam Celestial Holography Initiative di Perimeter Institute for Theoretical Physics, Kanada, yang berupaya menjawab berbagai pertanyaan fundamental tentang cara kerja alam semesta.

Keputusannya menolak berbagai tawaran bernilai fantastis membuat Sabrina dipandang sebagai sosok ilmuwan yang lebih mengutamakan kebebasan akademik dibanding keuntungan finansial. Di kalangan komunitas sains, ia dianggap sebagai salah satu fisikawan paling menjanjikan di generasinya dan terus disebut-sebut sebagai kandidat yang berpotensi melahirkan terobosan besar dalam dunia fisika modern.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
Nasional
KPK Periksa Kakak Ridwan Ka...
Advertisement
Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti

Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.