IHSG Hari Ini Panen Sentimen Positif
📅 Kamis, 09 Jul 2026, 18:15 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah maraknya aksi penawaran umum perdana saham (IPO) mencerminkan masih terjaganya minat investor terhadap pasar modal domestik.
Meningkatnya aktivitas penghimpunan dana melalui IPO tidak hanya memperluas pilihan investasi, tetapi juga menjadi indikator kepercayaan dunia usaha terhadap prospek pasar.
Meski demikian, keberlanjutan tren positif ini tetap bergantung pada stabilitas kondisi global, kualitas emiten baru, serta konsistensi arus dana investor ke pasar saham Indonesia.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/6) sore ditutup menguat 39,07 poin atau 0,67 persen ke posisi 5.912,44 seiring maraknya aksi Initial Public Offering (IPO) di pasar modal domestik sepanjang pekan ini.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,49 poin atau 0,77 persen ke posisi 587,37.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Bursa kawasan Asia bergerak variatif di tengah konflik yang kembali memanas di Timur Tengah, yang mana militer Amerika Serikat (AS) mengkonfirmasi telah melakukan serangan terhadap Iran untuk hari kedua berturut-turut," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.
Dari dalam negeri, sebanyak enam perusahaan mencatatkan saham perdana atau menggelar IPO sepanjang pekan ini, dengan total dana terhimpun dari keenamnya sekitar Rp1,79 triliun.
Sebanyak lima saham perusahaan yang menggelar IPO mengalami kenaikan signifikan atau mencatatkan Auto Reject Atas (ARA) pada hari pertama perdagangan, sedangkan satu perusahaan masih akan menggelar IPO pada Jumat (10/07) besok.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, Asia Development Bank (ADB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil tahun 2026 dan 2027 sebesar 5,2 persen, yang memberikan gambaran ketahanan ekonomi dalam negeri di saat ketidakpastian geopolitik, posisi Indonesia mencatatkan pertumbuhan stabil.
"Proyeksi tersebut menunjukkan kondisi target yang realistis kondisi global mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi," ujar Nico.
Dari mancanegara, konflik di kawasan Timur Tengah kembali memanas yaitu militer AS mengkonfirmasi telah melakukan serangan terhadap Iran untuk hari kedua berturut-turut.
Sementara itu, Iran mengancam akan melakukan operasi pembalasan skala besar terhadap pangkalan militer AS di seluruh wilayah tersebut. Permusuhan mendorong harga minyak lebih tinggi, memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga dapat tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama.
Di sisi lain, risalah pertemuan The Fed bulan Juni 2026 menunjukkan bahwa hanya beberapa pembuat kebijakan yang mendukung kenaikan suku bunga, meskipun para pejabat menyatakan kekhawatiran yang meningkat terhadap inflasi.
Nico mengatakan pelaku pasar saat ini menantikan data klaim pengangguran mingguan terbaru, serta data penjualan rumah yang ada untuk petunjuk baru tentang prospek suku bunga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!