Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menata Masa Depan Ekosistem Halal Nasional

📅 Jumat, 22 Mei 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Menata Masa Depan Ekosistem Halal Nasional Doc: DOK. BADAN PENYELENGGARA JAMINAN PRODUK HALAL
Ket. Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hassan

Percepatan sertifikasi dan penguatan pengawasan produk halal menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem halal nasional yang terintegrasi, memperkuat daya saing industri domestik, serta membuka potensi ekonomi hingga lebih dari 4.000 triliun rupiah di pasar nasional dan 3,36 triliun dollar AS di pasar halal global.

Potensi ekonomi dari pembangunan ekosistem halal di Indonesia dinilai sangat besar, baik dari sisi pasar domestik maupun global. Proyeksi terbaru menunjukkan nilai pasar halal Indonesia dapat mencapai sekitar 248,78 miliar dollar AS atau setara lebih dari 4.000 triliun rupiah dalam beberapa tahun ke depan, didorong sektor makanan-minuman halal, fesyen muslim, farmasi, kosmetik, hingga pariwisata ramah muslim.

Di tingkat global, potensi industri halal bahkan diperkirakan mencapai 3,36 triliun dolar AS pada 2028, sehingga membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pusat produksi dan ekspor produk halal dunia.

Percepatan sertifikasi produk halal dan penguatan pengawasan di pintu masuk Indonesia menunjukkan upaya membangun ekosistem halal yang lebih terintegrasi, sekaligus memperbesar nilai tambah ekonomi domestik. Langkah ini tidak hanya bertujuan memberikan kepastian bagi konsumen muslim, tetapi juga memperkuat daya saing produk nasional di pasar global yang permintaan produk halalnya terus meningkat.

Dengan proses sertifikasi yang lebih cepat dan pengawasan impor yang lebih ketat, Indonesia berpeluang mendorong tumbuhnya industri makanan, kosmetik, farmasi, hingga fesyen halal secara lebih masif.

Di sisi lain, sertifikasi halal juga dipandang sebagai instrumen ekonomi strategis yang dapat membuka sumber penerimaan baru bagi negara melalui perluasan industri dan perdagangan halal. Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki pasar domestik yang kuat untuk menjadi pusat produksi sekaligus perdagangan halal global.

Untuk mengetahui bagaimana strategi pemerintah membangun ekosistem guna menjadilan Indonesia sebagai hub halal dunia, berikut pernyataan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hassan yang akrab disapa Babe Haikal dalam beberapa kesempatan yang dirangkum wartawan Koran Jakarta, Frederikus W Sabini.

Bagaimana Anda melihat perkembangan konsep halal saat ini di era modernisasi dan globalisasi?

Halal is customer satisfaction. Halal merepresentasikan jaminan kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kualitas produk. Karena itu, halal hari ini adalah kebutuhan pasar, bukan sekadar regulasi.

Sistem Jaminan Produk Halal (JPH) yang diejawantahkan dalam bentuk sertifikat halal produk berperan penting dalam membangun kepercayaan konsumen sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional, baik di pasar domestik maupun internasional. Sertifikasi halal memberikan nilai tambah ekonomi, memperluas akses pasar, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok halal global.

Ketika konsumen merasa aman dan yakin, di situlah kepuasan tercipta. Dan sertifikat halal adalah instrumen negara untuk memastikan kepastian hukum dan perlindungan konsumen akan kehalalan produk, sehingga kepuasan customer produk itu hadir.

Maka dari itu, jadikanlah sertifikasi halal sebagai competitive advantage produk, sebagai pilar perlindungan konsumen, sekaligus berperan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Bagaimana strategi BPJH dalam mempercepat proses sertifikasi produk halal di dalam negeri?

Kami menargetkan penerbitan hingga 10 ribu sertifikat halal setiap hari, dengan fokus utama pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Pilih Mapan Dulu Baru Nikah...
Nasional
Perkuat Laut Natuna, KKP Ba...
Luar Negeri
New Zealand Bidik Posisi da...
Presiden Prabowo Tiba di Lombok Barat untuk Resmikan Lima Bendungan

Presiden Prabowo Tiba di Lombok Barat untuk Resmikan Lima Bendungan

10 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
IHSG Hari Ini Panen Sentimen Positif
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.