Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Garebeg Besar Keraton Digelar Sederhana, Nilai Sakral Tetap Dijaga

📅 Kamis, 21 Mei 2026, 11:45 WIB | Oleh:
Garebeg Besar Keraton Digelar Sederhana, Nilai Sakral Tetap Dijaga Doc: Dok. Pemda DIY

YOGYAKARTA - Prosesi Upacara Adat Garebeg Besar Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat tahun ini akan berlangsung dengan skema yang lebih ringkas. Keraton Yogyakarta memutuskan untuk membatasi seluruh rangkaian pembagian pareden hanya di lingkungan internal Keraton dan diperuntukkan bagi abdi dalem, mengikuti arahan Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menyatakan menghormati kebijakan yang diambil Keraton Yogyakarta terkait penyesuaian pelaksanaan tradisi tersebut. Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menilai perubahan mekanisme pelaksanaan tidak mengurangi makna utama dari prosesi adat yang telah berlangsung turun-temurun itu.

"Masyarakat perlu memahami bahwa penyesuaian format tahun ini merupakan bentuk penyederhanaan dan bukan peniadaan upacara adat. Tidak digelarnya prosesi pembagian pareden ke luar lingkungan Keraton sama sekali tidak menghilangkan esensi utama Garebeg sebagai wujud syukur dan sedekah dari Raja," tegas Dian pada Rabu (20/05).

Ia menjelaskan, nilai luhur Garebeg sebagai simbol sedekah Raja kepada rakyat tetap dipertahankan melalui peran para abdi dalem. Adapun proses distribusi pareden dilakukan secara internal dan dikelola sepenuhnya oleh manajemen domestik Keraton Yogyakarta.

Kebijakan tersebut turut berdampak pada sejumlah agenda yang selama ini dapat disaksikan masyarakat luas. Prosesi arak-arakan pareden yang biasanya dibawa menuju Kompleks Kepatihan atau Kantor Gubernur DIY serta Puro Pakualaman dipastikan tidak akan dilaksanakan pada Garebeg Besar tahun ini.

Dalam perjalanan sejarahnya, tradisi Garebeg yang secara etimologis bermakna diiringi banyak orang atau menggambarkan suasana ramai (gumrebeg), telah mengalami sejumlah penyesuaian mengikuti perkembangan zaman. Tradisi ini berakar dari Rajawedha pada masyarakat Jawa kuno, kemudian berkembang menjadi bagian dari syiar Islam pada masa Kerajaan Demak melalui peran Wali Songo, hingga akhirnya dilestarikan di Yogyakarta melalui tiga perayaan besar setiap tahun.

Jenis serta jumlah gunungan yang dihadirkan, seperti Gunungan Kakung, Putri, Darat, Gepak, hingga Pawuhan, juga mengalami penyesuaian dari waktu ke waktu sesuai situasi yang berkembang. Menurut Dian, pola penyesuaian seperti yang diterapkan saat ini bukan kali pertama dilakukan. Skema serupa juga pernah diberlakukan saat pembatasan aktivitas pada masa pandemi Covid-19.

Sementara terkait pertimbangan filosofis maupun alasan khusus di balik kebijakan penyederhanaan prosesi tahun ini, Dian menegaskan bahwa hal tersebut menjadi kewenangan internal Keraton Yogyakarta. Meski demikian, Pemda DIY mengajak masyarakat memahami kebijakan tersebut karena substansi doa dan nilai keselamatan yang menjadi inti tradisi Garebeg tetap dijalankan secara khidmat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Malaysia Perpanjang Pencarian Pesawat MH370

20 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Malaysia Perpanjang Pencari...
Megapolitan
Keluarga Harus Sehat demi S...

37 Komoditas Sumber Inflasi Dicermati

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
37 Komoditas Sumber Inflasi...
  • Kabar Baik! Pemerintah Pertahankan Bunga KUR 6 Persen, UMKM Dapat Angin Segar
    Preview komentar:
    Thank you for sharing this informative article. Thank ...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
Susunan Pemain Brasil vs Jepang, Kedua Tim Turunkan Komposisi Terbaik, Matheus Cunha Starter, Neymar Cadangan

Susunan Pemain Brasil vs Jepang, Kedua Tim Turunkan Komposisi Terbaik, Matheus Cunha Starter, Neymar Cadangan

30 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.