Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jazz Gunung Bromo 2026, Tak Sekadar Pertunjukan Musik

📅 Sabtu, 25 Jul 2026, 09:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jazz Gunung Bromo 2026, Tak Sekadar Pertunjukan Musik Doc: ANTARA
Ket. Musisi Isyana Sarasvati tampil pada BRI Jazz Gunung Bromo Series di Jiwa Jawa Resort, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (24/7/2026).

PROBOLINGGO – Kawasan Gunung Bromo kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jazz Gunung Bromo 2026 pada 24–25 Juli 2026.

Memasuki penyelenggaraan ke-18, festival musik yang digelar di Amphitheater Jiwa Jawa Resort Bromo, Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, tersebut kembali menggabungkan pertunjukan musik, keindahan alam, serta pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari penguatan pariwisata berkelanjutan.

Diselenggarakan melalui kolaborasi Jazz Gunung Indonesia, Kementerian Pariwisata, dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, festival ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan Bromo.

Founder Jazz Gunung Indonesia, Sigit Pramono, mengatakan Jazz Gunung kini telah berkembang menjadi sebuah ekosistem yang mempertemukan musik, budaya, pariwisata, pelaku UMKM, dan komunitas lokal dalam satu perhelatan.

"Jazz Gunung bukan hanya tentang konser musik. Festival ini menjadi ruang kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, pelaku usaha, hingga sektor pariwisata di kawasan Bromo," ujarnya.

Selama dua hari penyelenggaraan, pengunjung akan disuguhkan penampilan sejumlah musisi nasional dan internasional, di antaranya Isyana Sarasvati, Bilal Indrajaya, Indra Lesmana LLW, Ali, Batavia Collective, Littlefingers, Kevin Yosua Big 6, Ring of Fire Project bersama Sri Hanuraga dan Simone Prattico dari Italia, hingga Plutato featuring Cait Lin dari Taiwan. Beragam kolaborasi lintas genre tersebut menjadi salah satu daya tarik utama yang membedakan Jazz Gunung Bromo dengan festival musik lainnya.

Tak hanya menikmati konser, wisatawan juga dapat mengunjungi bazar UMKM yang menghadirkan beragam produk lokal, mulai dari kuliner khas, kopi, kerajinan tangan, hingga produk fesyen. Kehadiran bazar menjadi upaya memperluas manfaat ekonomi festival sekaligus memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.

Komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan juga terus dipertahankan. Setelah meraih penghargaan Green Event of The Year pada Wonderful Indonesia Award 2025, Jazz Gunung Bromo kembali menerapkan konsep ramah lingkungan melalui penyediaan stasiun isi ulang air minum, penggunaan dekorasi berbahan bambu dan material daur ulang, serta pelibatan masyarakat sekitar dalam penyelenggaraan festival.

Momentum penyelenggaraan Jazz Gunung Bromo juga diharapkan mendorong wisatawan menjelajahi berbagai destinasi lain di sekitar kawasan Bromo. Sejumlah lokasi seperti Desa Wisata Edelweiss Wonokitri, Coban Trisula di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, hingga Sungai Pekalen yang terkenal sebagai lokasi arung jeram menjadi alternatif wisata yang melengkapi pengalaman berkunjung ke kawasan tersebut.

Panitia telah membuka penjualan tiket secara daring melalui situs resmi Jazz Gunung dengan pilihan kategori Before Sunset, Tribune, VIP, dan VVIP.

Dengan memadukan kekuatan musik, panorama alam, budaya lokal, dan praktik penyelenggaraan yang berkelanjutan, Jazz Gunung Bromo 2026 diharapkan terus memperkuat posisi Bromo sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata di Jawa Timur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.