Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemarau Meluas di Ciamis, Ribuan Warga Bergantung pada Distribusi Air Bersih BPBD

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 18:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemarau Meluas di Ciamis, Ribuan Warga Bergantung pada Distribusi Air Bersih BPBD Doc: Antara
Ket. Sejumlah petugas mendistribusikan air bersih untuk masyarakat yang terdampak kekeringan di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (23/7).

Ciamis - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menyalurkan sebanyak 55.000 liter air untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga di sejumlah daerah yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau.

"Air yang sudah didistribusikan sebanyak 55 ribu (liter) sampai kemarin," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani di Ciamis, Jumat (24/7).

Ia menuturkan musim kemarau yang sudah mulai cukup dirasakan sejak Juli 2026, dan mulai memberikan dampak kekeringan pada sumber air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat.

Hasil laporan di lapangan daerah yang sudah kesulitan air bersih, kata dia, yakni di sejumlah desa di Kecamatan Banjarsari, Banjaranyar dan Cidolog dengan jumlah jiwa sebanyak 2.819 orang dari 1.139 kepala keluarga.

"Hasil rekap daerah yang terdampak kekeringan, yakni di Kecamatan Banjarsari, Banjaranyar dan Cidolog," katanya.

Ia menyampaikan selain memasok kebutuhan air bagi warga, pihaknya juga melakukan pengecekan kondisi sumber air yang ada di daerah terdampak kekeringan itu.

Hasil pengecekan, kata dia, sumber air seperti aliran sungai masih ada, begitu juga beberapa sumur warga masih tersedia air, namun debitnya sudah menyusut.

Selain sudah menyusut, lanjut dia, kualitasnya tidak cukup baik, masyarakat memanfaatkan air tersebut hanya untuk kebutuhan mandi maupun mencuci, dan tidak untuk mencuci pangan maupun minum.

"Ada sumber air sekitar kurang lebih 1 kilometer di Desa Cibadak, namun kualitas air tidak baik untuk kebutuhan pangan, hanya bisa untuk dipakai mandi," katanya.

Terkait musim kemarau tahun ini, Pemkab Ciamis sudah menetapkan status siaga darurat kekeringan yang berlaku mulai 1 Juli sampai 30 September 2026, yang menginstruksikan semua jajaran instansi untuk siaga memitigasi bencana kekeringan.

Ani menyampaikan pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi lainnya untuk bergerak ke lapangan menangani daerah yang terdampak kekeringan akibat kemarau, terutama masyarakat yang kesulitan air bersih.

Upaya yang dilakukan, kata dia, selain memasok langsung kebutuhan air masyarakat, juga menyediakan tempat penampungan air bersih, seperti toren atau kolam untuk memudahkan pendistribusian air bagi masyarakat.

Selain memasok air, pihaknya juga bergerak untuk memperbaiki jaringan distribusi air dan memastikan ketersediaan air dari sumber air yang tersedia untuk kebutuhan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.