Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sekda Aceh Harap Percepatan Penanganan Bencana Jelang Ramadan

📅 Selasa, 17 Feb 2026, 16:25 WIB | Oleh:
Sekda Aceh Harap Percepatan Penanganan Bencana Jelang Ramadan Doc: ANTARA/Arnas Padda
Ket. Sejumlah pekerja dan Anggota TNI menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara) yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum di Kecamatan Meurudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Senin (16/2).

BANDA _ACEH -- Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir meminta Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan instansi terkait mempercepat penanganan pasca-bencana, baik mengenai hunian sementara (Huntara) maupun logistik untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan nyaman.

"Fokus utama pemerintah saat ini adalah memindahkan pengungsi dari tenda darurat ke huntara yang lebih layak," kata M Nasir dalam keterangannya di Banda Aceh, Selasa.

Hal tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi evaluasi progres penanganan bencana sekaligus kesiapan menyambut bulan suci Ramadan di kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh.

M Nasir menekankan stabilitas kebutuhan pokok dan kelayakan tempat tinggal adalah harga mati menjelang Ramadan.

Dimana, saat ini sebanyak 6.060 unit huntara telah dibangun, tetapi masih ada masyarakat terdampak bencana yang bertahan di tenda darurat.

"Tidak boleh ada masyarakat yang tidak memiliki kepastian tempat tinggal. Saya minta percepat relokasi dari tenda ke huntara yang representatif. Hunian bukan sekadar tempat berteduh, tapi menyangkut martabat dan perlindungan warga," ujarnya.

Selain huntara, pemerintah telah merampungkan 104 unit hunian tetap (huntap) di Aceh Utara. Bagi warga yang masih menunggu proses pembangunan, pemerintah memastikan penyaluran Dana Tunggu Harian (DTH) sebesar Rp600 ribu per orang tetap berlanjut.

Terkait logistik, M Nasir mewanti-wanti agar tidak terjadinya tumpang tindih anggaran antara APBA, BNPB, dan Kemensos. Karena itu, diharapkan agar pendistribusian bantuan harus berbasis data terverifikasi dan diperbarui secara berkala.

"Hindari pemborosan anggaran. Koordinasi antara BPBA, Dinas Sosial dan kabupaten/kota harus intensif. Pastikan tidak ada satu pun wilayah terdampak yang luput dari distribusi logistik," katanya.

Dari sisi kesehatan, lanjut dia, meski 307 dari 309 Puskesmas sudah kembali beroperasi, tetapi diharapkan adanya penguatan layanan hingga tiga bulan ke depan, terutama di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Gayo Lues. Trauma healing bagi anak-anak dan perempuan menjadi prioritas.

Ia mengatakan Pemerintah Aceh menargetkan seluruh akses jalan desa kembali normal dalam sebulan ke depan. "Maka, jembatan bailey menjadi solusi prioritas yang ditargetkan rampung pada Juli mendatang," ujarnya.

Ia menambahkan mengingat adanya peringatan BMKG mengenai potensi hujan lebat hingga 25 Februari 2026, diharapkan kepada tim SAR tetap selalu bersiaga 24 jam.

"Kita harap tim SAR bersiaga 24 jam, dan terus memperkuat sistem mitigasi berdasarkan pengalaman bencana sebelumnya," kata M Nasir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

46 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.