Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

'Thetek Melek' Ritual Masyarakat Adat Pacitan untuk Menjaga Harmoni Alam 

📅 Minggu, 21 Des 2025, 23:10 WIB | Oleh:
'Thetek Melek' Ritual Masyarakat Adat Pacitan untuk Menjaga Harmoni Alam  Doc: Antara
Ket. Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji memimpin ritual adat Thetek Melek di hamparan sawah Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Minggu (21/12/2025).

Pacitan, Jawa Timur - Masyarakat adat di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur menggelar ritual adat "Thetek Melek", sebuah tradisi yang tumbuh dari kearifan lokal untuk menjaga harmoni antara manusia dan alam agraris, Minggu.

Prosesi tahunan itu diikuti warga, seniman, serta unsur pemerintah daerah. Rombongan warga membawa opyak-opyakan hama dan tumpeng, diiringi tetabuhan tradisional, lalu berjalan menyusuri pematang sawah.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji turut memimpin prosesi dengan membawa bongkok, yakni pelepah kelapa berlubang, yang kemudian diserahkan kepada kepala desa setempat untuk ditancapkan di tanah.

Warga lain mengikuti dengan menancapkan bongkok di sepanjang pematang sawah. "Mudah-mudahan semua yang kita lakukan ini memberi manfaat, dan apa yang kita tanam menjadi berkah," kata Mas Aji, sapaan akrab Indrata Nur Bayuaji.

Rangkaian ritual dilanjutkan dengan pertunjukan seni bertema Kiblat Papat Limo Pancer serta tari orang-orangan sawah, yang merepresentasikan hubungan kosmologis manusia, alam, dan Sang Pencipta.

"Ritual Thetek Melek bukan sekadar seremonial, melainkan doa dan ikhtiar bersama agar alam tetap bersahabat dengan petani," katanya.

Ia menambahkan, tradisi tersebut menjadi ruang perjumpaan antara nilai budaya, spiritualitas, dan praktik pertanian yang diwariskan secara turun-temurun di Pacitan.

Ritual Thetek Melek dikenal sebagai tradisi lokal untuk menolak pagebluk dan menjaga keseimbangan alam.

Tradisi ini sempat terhenti saat pandemi COVID-19 dan kembali digelar sejak 2022 hingga kini.

Selain prosesi utama, Thetek Melek tahun ini juga diramaikan dengan festival budaya, jagong tani, aksi melukis seribu bongkok, serta pasar UMKM yang mendorong perputaran ekonomi warga.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin sesepuh desa, dilanjutkan makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan syukur masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.