Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OMC untuk Mendukung Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500

📅 Senin, 19 Jan 2026, 22:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
OMC untuk Mendukung Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500 Doc: Antara

Makassar - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mendukung evakuasi korban dan bangkai pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Pegunungan Bulusaraung di Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulsel.

"Hal ini menindaklanjuti dari arahan Gubernur Sulsel untuk menyiapkan modifikasi cuaca dalam mempercepat evakuasi korban pesawat tersebut," kata Pelaksana Tugas Kepala BMKG Wilayah IV Makassar Nasrol Adil di Makassar, Senin.

Dia mengatakan untuk mendukung upaya tersebut telah disiapkan satu unit pesawat khusus dari Semarang, Jawa Tengah menuju Makassar.

Menurut dia, operasi itu dilakukan dengan menaburkan bahan tertentu di lokasi pencarian untuk mengendalikan curah hujan termasuk mengurangi pembentukan awan hujan yang dapat menghambat pencarian korban.

Dengan teknik tersebut, lanjut dia potensi awan-awan ataupun kabut dapat dieliminasi dengan cara menabur zat kapur di area itu.

Kondisi cuaca dan medan yang sangat terjal memicu tim evakuasi menggunakan teknik "rappeling" dalam mengevakuasi korban yang ditemukan pada Minggu (18/1).

Teknik rappeling adalah metode turun dari ketinggian (tebing, jurang, struktur vertikal) menggunakan tali khusus dengan bantuan alat descender (seperti figure-8 atau autoblock) yang terhubung ke harness atau alat pelindung diri (APD).

Berdasarkan prakiraan cuaca yang dilansir BMKG Wilayah IV Makassar, saat kejadian nahas yang melanda pesawat dan awaknya itu pada Sabtu (17/1) siang, kondisi cuaca hingga malam ini masih diselimuti kabut tebal dan sesekali hujan, sehingga menghambat pencarian.

Berkaitan dengan hal tersebut, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, pihaknya optimistis dengan modifikasi cuaca itu dapat mengurangi hambatan tim SAR Gabungan bersama masyarakat setempat.

"Mudah-mudahan dengan modifikasi cuaca itu dapat membuka akses yang lebih luas sehingga proses evakuasi dari udara bisa dilakukan dengan cepat dan menemukan beberapa bukti di lokasi," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.