Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bantul Siapkan Potensi Baru untuk Dongkrak Ekonomi dan PAD

📅 Kamis, 21 Mei 2026, 13:30 WIB | Oleh:
Bantul Siapkan Potensi Baru untuk Dongkrak Ekonomi dan PAD Doc: Dok. Pemkab Bantul

BANTUL - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY terus mendorong berbagai potensi unggulan di Kabupaten Bantul agar dapat berkembang menjadi penggerak ekonomi baru sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sejumlah sektor yang dinilai memiliki peluang besar antara lain industri kreatif, peternakan, energi terbarukan, hingga budidaya perikanan.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kolaboratif yang dipimpin Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Rabu (20/05). Kunjungan dilakukan ke beberapa lokasi, di antaranya Ndalem Kulit Jogja Manding, Balai Pengembangan Perbibitan Ternak dan Diagnostik Kehewanan (BPPTDK) DIY di Jetis, kawasan Pantai Baru, serta Balai Budidaya Udang dan Garam (BBUG) Samas.

Ni Made mengatakan kegiatan tersebut bertujuan melihat langsung berbagai potensi yang masih bisa dikembangkan agar memberi manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat dan daerah.

"Kami menemukan banyak potensi yang luar biasa dan bisa menjadi bagian dari peningkatan PAD ke depan. Tinggal bagaimana memperkuat promosi, menyiapkan SDM pengelola, serta membangun regulasi yang mendukung agar pengelolaannya semakin optimal," ujar Ni Made.

Di Ndalem Kulit Jogja Manding, rombongan meninjau aktivitas kerajinan kulit yang dinilai berpotensi berkembang menjadi sentra industri kreatif dan wisata edukasi. Sementara di BPPTDK Jetis, perhatian diarahkan pada fasilitas laboratorium dan pembibitan ternak yang dapat mendukung pengembangan sektor peternakan.

Kunjungan juga dilakukan ke Pantai Baru untuk melihat operasional Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) dan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH) yang memanfaatkan energi matahari dan angin.

"Ke depan masih sangat memungkinkan untuk dikembangkan dan dioptimalkan. Energi terbarukan seperti ini menjadi salah satu potensi penting yang bisa memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan," ungkap Ni Made.

Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Balai Budidaya Udang dan Garam Samas yang mengembangkan budidaya sejumlah komoditas perikanan. Menurut Ni Made, penguatan kolaborasi dan inovasi pengelolaan dibutuhkan agar berbagai potensi tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi DIY.

"Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita semua. Ketika kapasitas fiskal berkurang, maka kreativitas dan inovasi harus diperkuat. Potensi yang kita miliki sangat besar dan bisa menjadi sumber peningkatan PAD apabila dikelola dengan semangat dan kemauan berkolaborasi lintas OPD," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
AS Umumkan Terobosan Diplom...

AS Panik, AI Mythos Bobol Sistem Rahasia NSA dalam Hitungan Jam

7 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
AS Panik, AI Mythos Bobol S...
Malam Puncak HUT Jakarta 2026: Cek Rekayasa Lalu Lintas dan Pengalihan Arus Bundaran HI

Malam Puncak HUT Jakarta 2026: Cek Rekayasa Lalu Lintas dan Pengalihan Arus Bundaran HI

26 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.