Kena Imbas Konflik Global, Pendapatan Buruh Dunia Merosot
📅 Selasa, 19 Mei 2026, 21:33 WIB | Oleh: Deri HenriawanMOSKOW - Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) memperingatkan pendapatan riil pekerja global dapat menyusut hingga 3 triliun dolar AS (sekitar Rp53 kuadriliun) pada 2027 jika harga minyak naik 50 persen dibanding awal 2026.
Dalam laporan yang dirilis Senin, ILO menyebut situasi di Timur Tengah semakin memengaruhi lapangan kerja, kondisi kerja, dan pendapatan di berbagai kawasan dunia.
Gangguan jalur transportasi dan rantai pasok, melemahnya sektor pariwisata, serta pembatasan migrasi disebut menjadi faktor utama tekanan ekonomi tersebut.
Di bawah skenario kenaikan harga minyak sebesar 50 persen, jam kerja global diperkirakan turun 0,5 persen pada 2026 dan 1,1 persen pada 2027.
Penurunan itu setara dengan hilangnya sekitar 14 juta pekerjaan penuh waktu pada 2026 dan 38 juta pekerjaan pada 2027, menurut laporan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
ILO juga memperkirakan pendapatan riil pekerja akan turun 1,1 persen atau sekitar 1,1 triliun dolar AS pada 2026 dan mencapai 3 persen atau sekitar 3 triliun dolar AS pada 2027.
Sementara itu, tingkat pengangguran global diproyeksikan meningkat lebih bertahap, masing-masing sebesar 0,1 persen tahun ini dan 0,5 persen pada 2027.
Badan PBB tersebut juga mencatat arus remitansi, yang menjadi sumber pendapatan penting bagi banyak keluarga di Asia Selatan dan Asia Tenggara, mulai melemah dan menunjukkan tanda-tanda penurunan di sejumlah negara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut ILO, kawasan yang paling terdampak adalah Timur Tengah dan Asia-Pasifik.
Krisis tersebut juga menekan pekerja migran, terutama di negara-negara Teluk, akibat menurunnya permintaan tenaga kerja di sektor konstruksi, perhotelan, dan transportasi. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (1)
19 May 2026, 23:04 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!