Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekjen PBB dan Presiden Siprus Bahas Upaya Negosiasi Lanjutan

📅 Rabu, 29 Jul 2026, 09:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekjen PBB dan Presiden Siprus Bahas Upaya Negosiasi Lanjutan Doc: ANTARA
Ket. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

MOSKOW – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres dan Presiden Siprus Nikos Christodoulides membahas dimulainya kembali negosiasi mengenai masalah Siprus selama kunjungan Guterres ke pulau tersebut.

"Pertemuan yang bermakna dan tulus antara Presiden Siprus dan Sekjen PBB telah usai. Kami menyambut baik komitmen politik pribadi yang tulus dan tegas dari Sekjen PBB terhadap upaya untuk melanjutkan negosiasi," kata Juru Bicara Pemerintah Siprus, Konstantinos Letymbiotis, usai pertemuan tersebut pada Selasa (28/7).

Letymbiotis menambahkan pihak berwenang Siprus berharap negosiasi dapat dilanjutkan kembali sebelum masa jabatan Guterres sebagai sekjen berakhir, yaitu berakhir pada awal 2027.

Menurut Letymbiotis, dalam kunjungannya, Guterres juga bertemu dengan pemimpin Siprus Turki, Tufan Erhurman. Selain itu, tambahnya, pertemuan bersama akan dilakukan antara Guterres, Erhurman, dan Christodoulides pada Rabu (29/7).

"Kami kini berada pada titik di mana semua pihak, kecuali Turki, sepakat mengenai tujuan yang telah ditetapkan; dan ada satu pihak, yakni Turki, yang melakukan pendudukan dengan mengabaikan dan meremehkan hukum internasional serta legitimasi internasional," katanya.

"Oleh karena itu, Turki harus terlebih dahulu kembali ke kerangka legitimasi internasional agar kita dapat membahas inti dari tujuan kami, yakni melanjutkan negosiasi dari titik di mana negosiasi tersebut terhenti," lanjut Letymbiotis.

Siprus terpecah menjadi wilayah Yunani dan Turki sejak invasi Turki pada 1974, yang kemudian berujung pada pembentukan Republik Turki Siprus Utara pada 1983. Negara yang memproklamirkan diri tersebut hanya diakui oleh Ankara.

Pembicaraan yang dimediasi PBB antara komunitas Yunani dan Turki mengenai reunifikasi Siprus terhenti setelah gagalnya perundingan di Crans-Montana, Swiss, pada 2017. Kini, PBB berupaya melanjutkan kembali negosiasi tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Tak Bisa Jalan Sendiri, Industri Besar Diminta Angkat IKM dan UMKM
    Preview komentar:
    Transformasi pendekatan CSR dari yang sekadar bantuan konsumtif ...
  • Kebergantungan Impor Naptha Bikin Industri RI Rawan Kena Guncangan Harga Global
    Preview komentar:
    Kenaikan harga bahan baku di sektor hulu akibat ...
  • Sengketa Tanah Golat Memanas, Keturunan Raja Pagi Tempuh Jalur Hukum
    Preview komentar:
    Raja Pagi Sinurat adalah anak kedua dari Raja ...

Samarinda Dibakar Suami Istri, Kini Ditahan Polisi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Samarinda Dibakar Suami Ist...
Rona
Upaya Memperkuat Ketahanan ...
Daerah
Unjuk Rasa Damai Mahasiswa ...

Inovasi Harus Bermanfaat bagi Masyarakat

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Inovasi Harus Bermanfaat ba...
Rona
Produk UMKM Jadi Idola Tiap...
Luar Negeri
Sejak Tahun 1900, Negara In...
Ayo Buruan Daftar Jangan Sampai Ketinggalan! Pertamax Turbo Drag Fest 2026 Kembali Digelar

Ayo Buruan Daftar Jangan Sampai Ketinggalan! Pertamax Turbo Drag Fest 2026 Kembali Digelar

28 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.