Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Strategis Perpendek Rantai Distribusi Pangan
📅 Senin, 18 Mei 2026, 13:10 WIB | Oleh: Yebdi TrismarDirektur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) perlu diperkuat sebagai agregator pangan desa untuk memperpendek rantai pasok dan meningkatkan nilai tambah produk masyarakat.
Bhima mengatakan, fungsi agregator penting agar produk pertanian, kerajinan, dan industri kreatif desa dapat menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.
“Soal Koperasi Desa Merah Putih, saran saya kalau mau bertahan maka harus menjadi agregator,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.
Menurut dia, selama ini sejumlah produk desa masih menghadapi rantai pasok yang panjang dan akses pasar yang terbatas.
Karena itu, KDMP perlu diarahkan untuk menyerap, mengonsolidasikan, dan memperluas pemasaran produk desa agar harga komoditas pertanian menjadi lebih baik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menilai, penguatan fungsi agregator juga dapat membantu menjaga pasokan pangan sekaligus memperkuat posisi tawar petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) desa.
“Nah, ini dengan fungsi agregator dia bisa (meningkatkan) ekspor, dia bisa (memperkuat) nilai tambah (hasil produksi), sehingga harga komoditas pertanian juga akan lebih bagus,” ujarnya.
Ia menyarankan, KDMP tidak hanya berfokus menjadi usaha ritel atau warung agar tidak bersaing langsung dengan warung rakyat dan pelaku UMKM yang sudah berjalan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Bhima, koperasi desa justru perlu lebih fokus menjadi penghubung antara produksi masyarakat desa dan pasar yang lebih luas melalui sistem agregasi, distribusi, serta penguatan nilai tambah.
Ia juga mendorong agar fungsi tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan PT Agrinas Pangan Nusantara dan badan usaha milik negara (BUMN) lainnya.
“Saran untuk menjadi agregator inilah yang harusnya dilakukan juga oleh Agrinas, sehingga Agrinas juga bisa menyerap produk-produk pertanian, produk-produk kerajinan, produk-produk industri kreatif dari desa-desa,” ucapnya.
Bhima mengatakan, kolaborasi tersebut dapat mendukung pembiayaan, distribusi, dan orientasi ekspor produk desa sehingga pendapatan masyarakat dapat meningkat.
Ia menambahkan, kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional saat ini masih sekitar 15 persen dari total ekspor nasional.
Menurut dia, kontribusi tersebut berpotensi naik menjadi sekitar 25-30 persen apabila fungsi agregator koperasi desa berjalan optimal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!