Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Presiden Taiwan Buka Suara Usai Pertemuan Trump-Xi Jinping: Kami Bukan Bagian dari RRT

📅 Minggu, 17 Mei 2026, 18:35 WIB | Oleh:
Presiden Taiwan Buka Suara Usai Pertemuan Trump-Xi Jinping: Kami Bukan Bagian dari RRT Doc: ANTARA
Ket. Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan bahwa Taiwan merupakan negara berdaulat dan demokratis yang tidak berada di bawah kendali Beijing. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya perhatian global terhadap dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

JAKARTA - Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan bahwa Taiwan merupakan negara berdaulat dan demokratis yang tidak berada di bawah kendali Beijing. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya perhatian global terhadap dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Lai menegaskan bahwa istilah "kemerdekaan Taiwan" kerap disalahartikan oleh berbagai pihak. Menurutnya, istilah tersebut pada dasarnya merujuk pada fakta bahwa Taiwan tidak pernah menjadi bagian dari Republik Rakyat Tiongkok dan tidak berada di bawah otoritas pemerintah di Beijing.

"Semua orang dapat memahami dengan jelas bahwa arti istilah ‘kemerdekaan Taiwan’ sebenarnya mengacu pada Taiwan yang bukan bagian dari Republik Rakyat Tiongkok," ujar Lai dalam pernyataannya.

Ia menambahkan, posisi Taiwan saat ini adalah sebagai entitas yang berdiri sendiri dengan sistem pemerintahan demokratis. Lai juga menekankan bahwa Republik Tiongkok dan Republik Rakyat Tiongkok merupakan dua entitas yang tidak saling tunduk satu sama lain.

Pernyataan tersebut muncul beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing. Pertemuan tingkat tinggi itu memicu kekhawatiran di Taiwan terkait arah dukungan Washington terhadap pulau tersebut.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menyatakan bahwa ia tidak ingin ada dorongan kemerdekaan Taiwan yang didasarkan pada dukungan Amerika Serikat. Pernyataan itu menimbulkan spekulasi mengenai posisi AS dalam isu sensitif tersebut.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah Taiwan menegaskan bahwa status Taiwan sebagai negara merdeka tidak bergantung pada dukungan negara lain. Pemerintah juga menyampaikan apresiasi atas dukungan keamanan yang selama ini diberikan oleh Amerika Serikat, khususnya dalam menjaga stabilitas kawasan.

Secara historis, Taiwan memiliki latar belakang konflik politik yang panjang dengan Tiongkok. Setelah kalah dalam perang saudara melawan pasukan komunis yang dipimpin Mao Zedong pada 1949, pemerintahan Republik Tiongkok mundur ke Taiwan dan kemudian berkembang menjadi sistem demokrasi sejak 1990-an.

Wilayah yang dikelola Taiwan saat ini mencakup Pulau Taiwan, Kepulauan Penghu, Kinmen, dan Matsu. Lai menegaskan bahwa seluruh wilayah tersebut merupakan satu kesatuan yang telah berkembang bersama selama puluhan tahun.

Di sisi lain, Tiongkok tetap menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk menyatukan kembali wilayah tersebut. Ketegangan ini menjadikan Selat Taiwan sebagai salah satu titik geopolitik paling sensitif di dunia.

Lai menegaskan bahwa Taiwan akan terus memperkuat kerja sama dengan Amerika Serikat dan mitra internasional lainnya untuk menjaga stabilitas kawasan. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan “perdamaian melalui kekuatan” guna memastikan keamanan tetap terjaga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Pelestarian tradisi Baselan...
Nasional
Tradisi pengambilan tujuh s...
Nasional
Layanan paspor Minggu Ceria...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Knicks Akhiri Penantian 53 Tahun Rebut Gelar NBA

Knicks Akhiri Penantian 53 Tahun Rebut Gelar NBA

15 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.