Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tamasya jadi Solusi Perbaikan Tata Kelola Daycare di Indonesia

31 Selasa, 12 Mei 2026, 16:56 WIB | Oleh:
Tamasya jadi Solusi Perbaikan Tata Kelola Daycare di Indonesia Tamasya jadi Solusi Perbaikan Tata Kelola Daycare di Indonesia Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) Kemendukbangga/BKKBN Nopian Andusti (tengah) dalam konferensi pers tentang perbaikan tata kelola tempat penitipan anak atau daycare melalui Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) di Jakarta pada Selasa (12/5).

Jakarta -- Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) yang diinisiasi oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menjadi salah satu solusi perbaikan tata kelola tempat penitipan anak atau daycare di Indonesia.

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) Kemendukbangga/BKKBN Nopian Andusti dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa mengemukakan, Program Tamasya kini menjadi prioritas di Kemendukbangga/BKKBN untuk memperbaiki layanan pengasuhan anak.

"Perbedaan Tamasya dengan tempat penitipan anak (TPA) biasa terletak pada empat layanan utama; pertama, memastikan anak diasuh dengan baik melalui peningkatan kompetensi pengasuhan; kedua, pemantauan tumbuh kembang anak selama berada dalam pengasuhan," katanya.

Nopian melanjutkan, perbedaan ketiga terletak pada peningkatan kapasitas orang tua agar tetap memahami pola pengasuhan meski anak dititipkan, dan keempat, yakni layanan rujukan apabila ditemukan kondisi anak yang dianggap tidak normal, seperti dirujuk ke puskesmas atau dokter spesialis.

"Tamasya ini merupakan penyempurnaan dari TPA yang sudah ada agar pengasuhan anak lebih terjamin. Program ini bertujuan memastikan perempuan tetap dapat bekerja setelah memiliki anak dan merasa tenang karena anak diasuh dengan baik," ujar dia.

Nopian menambahkan, slogan utama program Tamasya yakni "Anak ceria, ibunya tenang". Saat ini, sudah terdapat sekitar 3.536 TPA yang berubah menjadi Tamasya dalam waktu sekitar satu tahun sejak diluncurkan pada Mei 2025.

Program Tamasya kini sudah diterapkan di lingkungan pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dengan tiga pendekatan implementasi, yakni di instansi pemerintahan, di perusahaan untuk karyawan swasta, maupun di lingkungan masyarakat yang dikelola oleh komunitas.

"Program ini dapat mengurangi kekhawatiran perempuan terhadap pernikahan, memiliki anak, hingga keputusan berhenti bekerja. Banyak perempuan memilih resign, menunda memiliki anak, bahkan enggan menikah karena persoalan pengasuhan anak, dan Tamasya diharapkan menjadi salah satu solusi," tuturnya.

Nopian menegaskan, pemantauan tumbuh kembang anak juga disampaikan kepada orang tua dalam Program Tamasya tersebut, sehingga orang tua diimbau untuk selalu aktif terlibat dalam pengasuhan dengan memberikan umpan balik atau feedback dari rapor keluarga yang akan diberikan secara berkala.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
Daerah
Disnakeswan Mimika Kembangk...
Daerah
Gunung Karangetang di Pulau...
Advertisement
Bangga Jadi WNI tetapi 75 Persen Pemuda Indonesia Ingin Kerja di Luar Negeri

Bangga Jadi WNI tetapi 75 Persen Pemuda Indonesia Ingin Kerja di Luar Negeri

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.