Operasi SAR Gunung Dukono: Drone Termal Dikerahkan Cari 2 Warga Singapura yang Masih Hilang
📅 Minggu, 10 Mei 2026, 17:35 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: ANTARA
JAKARTA - Operasi pencarian terhadap dua pendaki asal Singapura yang hilang setelah erupsi Gunung Dukono di Halmahera, Maluku Utara, masih terus berlangsung hingga Minggu (10/5/2026). Namun, proses evakuasi menghadapi kendala besar akibat aktivitas vulkanik yang belum berhenti serta kondisi cuaca buruk di sekitar lokasi gunung.
Kepala badan penyelamat setempat, Iwan Ramdani, mengatakan tim SAR gabungan telah mengerahkan sekitar 150 personel sejak Minggu pagi untuk mencari korban. Petugas juga menurunkan dua drone termal guna membantu pelacakan di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Fokus pencarian saat ini berada di area sekitar 100 hingga 150 meter dari bibir kawah Gunung Dukono. Lokasi tersebut menjadi titik prioritas karena diduga merupakan tempat terakhir kedua pendaki asal Singapura itu terlihat sebelum letusan terjadi.
"Namun, Gunung Dukono terus meletus dan hujan juga turun di daerah tersebut. Kami melakukan upaya penyelamatan di sela-sela waktu ketika tidak ada letusan," kata Iwan.
Ia menjelaskan kawasan sekitar kawah masih tertutup abu vulkanik tebal yang membahayakan keselamatan tim penyelamat. Selain itu, pencarian juga diperluas hingga radius sekitar 1,25 kilometer dari titik terakhir korban diketahui berada.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam proses pencarian tersebut, tim SAR menemukan sebuah ransel yang diduga milik dua pendaki asal Singapura tersebut. Temuan itu kini menjadi petunjuk penting untuk mempersempit area pencarian.
Kepala Kepolisian setempat, Erlichson Pasaribu, mengatakan sejumlah pendaki yang berhasil selamat telah dimintai keterangan oleh aparat. Berdasarkan kesaksian mereka, dua pendaki Singapura itu diduga tidak selamat akibat erupsi yang terjadi secara tiba-tiba.
Pada Sabtu (9/5/2026), otoritas Indonesia juga telah mengonfirmasi seorang pendaki asal Indonesia yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban menjadi korban jiwa pertama yang dipastikan tewas akibat insiden tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebanyak 17 pendaki lainnya berhasil selamat dari peristiwa tersebut. Mereka terdiri dari tujuh warga Singapura dan 10 warga Indonesia yang berhasil dievakuasi dari kawasan gunung.
Kementerian Luar Negeri Singapura menyatakan para pendaki yang selamat dijadwalkan kembali ke negaranya pada Minggu. Pemerintah Singapura juga terus berkoordinasi dengan otoritas Indonesia terkait perkembangan pencarian dua warganya yang masih hilang.
Badan Vulkanologi Indonesia melaporkan Gunung Dukono masih mengalami aktivitas erupsi hingga Minggu pagi. Setidaknya tiga letusan tercatat terjadi dengan kolom abu tertinggi mencapai 1,3 kilometer.
Hingga saat ini, status Gunung Dukono masih berada pada level siaga dan masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius empat kilometer dari kawah. Otoritas meminta warga serta wisatawan mematuhi larangan demi keselamatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!