Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunung Ile Lewotolok di NTT Erupsi Lagi, Kolom Abu Mencapai 600 Meter

📅 Senin, 07 Sep 2026, 08:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gunung Ile Lewotolok di NTT Erupsi Lagi, Kolom Abu Mencapai 600 Meter Doc: PPG Ile Lewotolok
Ket. Erupsi Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

KUPANG - Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami dua kali erupsi pada Senin (7/9) pagi, dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 600 meter di atas puncak.

Pengamat Gunung Api Ile Lewotolok Stanislaus Ara Kian dalam laporan yang diterima di Kupang, Senin, mengatakan erupsi pertama terjadi pada pukul 05.41 Wita dengan kolom abu setinggi sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara dan barat daya. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar 42 detik.

Ia menjelaskan letusan pertama tersebut juga disertai suara dentuman dengan intensitas sedang.

Erupsi kedua terjadi pada pukul 06.15 Wita. Tinggi kolom abu juga mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut.

Pada erupsi kedua, kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat daya. Aktivitas tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar satu menit enam detik.

"Letusan kedua disertai dentuman dengan intensitas lemah," ujarnya.

Stanislaus mengatakan status aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok saat ini Level II (Waspada).

Pada status tersebut, masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki dan wisatawan diminta tidak memasuki atau melakukan aktivitas di dalam wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung.

Selain itu, masyarakat diminta tidak memasuki sektor selatan dan tenggara dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.

Masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok.

Untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik, masyarakat yang berada di sekitar gunung diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

"Masyarakat juga diimbau menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik," katanya.

Pemerintah daerah dan masyarakat diminta senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau Badan Geologi di Bandung untuk memperoleh informasi terbaru mengenai aktivitas gunung api tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...

Pasar Waspadai Data AS

1 jam lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Pasar Waspadai Data AS
Megapolitan
Pemerintah Kota Bogor Terus...
Daerah
Anak Krakatau Masih Bisa Me...

Tips Antisipasi Bencana

2 jam lalu | Opik

Rona
Tips Antisipasi Bencana
Olahraga
Basket Putra Awali Asian Games
Advertisement
Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma Masih Berstatus Closed hingga 18.00 WIB

Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma Masih Berstatus Closed hingga 18.00 WIB

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.