Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asean Sambut Baik Pembebasan Ribuan Tahanan

8 Jumat, 08 Mei 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Asean Sambut Baik Pembebasan Ribuan Tahanan Asean Sambut Baik Pembebasan Ribuan Tahanan Doc: AFP/SAI AUNG MAIN
Ket. BEBASKAN TAHANAN - Warga menyambut pembebasan tahanan di luar penjara Insein Yangon, Myanmar, pada April lalu. Asean menyatakan menyambut baik pembebasan tahanan oleh junta militer yang berkuasa di Myanmar.

TOKYO - Asean akan menyambut baik pembebasan lebih dari 4.000 tahanan di Myanmar dalam pernyataan ketua yang akan dirilis pada konferensi tingkat tinggi (KTT) di Filipina, menurut draf yang diperoleh Kyodo News.

"Kami melihat pembebasan tahanan di Myanmar sebagai langkah positif menuju dialog nasional yang inklusif di antara semua pihak di Myanmar," demikian isi draf tersebut.

Pernyataan itu dijadwalkan dirilis pada Jumat setelah para pemimpin 11 negara Asean bertemu di Cebu, Filipina tengah.

Draf yang diperlihatkan sumber Asean kepada Kyodo News itu menyebut Win Myint, mantan Presiden Myanmar di bawah pemerintahan demokratis pimpinan Aung San Suu Kyi, termasuk di antara tahanan yang dibebaskan.

Asean juga mendorong pembebasan tahanan lainnya dalam semangat rekonsiliasi dan dialog yang tulus.

Sementara itu, para pemimpin Asean akan menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan di Myanmar dan mencatat masih adanya sedikit kemajuan dalam implementasi konsensus lima poin untuk mengatasi krisis politik di negara tersebut.

Suu Kyi digulingkan melalui kudeta militer pada 2021 dan dipenjara atas berbagai tuduhan, termasuk korupsi. Baru-baru ini, pemerintah militer Myanmar memindahkannya dari penjara ke tahanan rumah.

Bagian Integral

Meski Asean mengesampingkan Myanmar sejak kudeta tersebut, blok regional itu kembali menegaskan bahwa Myanmar tetap menjadi bagian integral Asean.

Menurut draf tersebut, Asean hanya mencatat bahwa Myanmar telah menggelar pemilu bertahap hingga Januari yang menempatkan mantan kepala militer Min Aung Hlaing sebagai presiden.

Pemilu itu ditolak sejumlah negara Barat dan oposisi Myanmar yang menilainya sebagai pemilu palsu untuk melegitimasi pemerintahan militer secara permanen.

Filipina saat ini berupaya memprioritaskan pembahasan krisis energi akibat perang di Timur Tengah, sehingga belum dipastikan apakah Asean juga akan memberlakukan pembatasan tambahan terhadap Myanmar.

Asean saat ini beranggotakan Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, Filipina, Tailan, Kamboja, Laos, Myanmar, Vietnam, dan Timor Leste.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Soekarno Run Jadi Gerakan A...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.