Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Krisis Sudan Kian Memburuk, Dunia Tidak Boleh Berpaling

📅 Kamis, 26 Feb 2026, 21:33 WIB | Oleh:
Krisis Sudan Kian Memburuk, Dunia Tidak Boleh Berpaling Doc: AFP

JENEWA - Dewan Keamanan (DK) PBB menyatakan keprihatinan mendalam atas kekerasan yang terus berlanjut di seluruh Sudan, termasuk di negara bagian Kordofan dan Darfur, dan menyerukan kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk segera menghentikan pertempuran.

Dalam sebuah pernyataan pers, Selasa, para anggota DK PBB secara tegas mengecam laporan mengenai serangan drone yang berulang kali menargetkan warga sipil, infrastruktur sipil, dan personel kemanusiaan, serta properti dan aset mereka, termasuk berbagai serangan yang berdampak pada Program Pangan Dunia (World Food Programme) sejak awal Februari 2026.

"Serangan yang disengaja terhadap personel kemanusiaan, fasilitas dan aset mereka dapat dianggap sebagai kejahatan perang," ujar para anggota dewan tersebut, sembari menyerukan kepada semua pihak agar mematuhi hukum internasional dan resolusi PBB terkait.

Mereka juga mengutuk serangan yang dilancarkan oleh Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF) Sudan, pelanggaran terhadap warga sipil, dan berbagai laporan mengenai penahanan sewenang-wenang serta kekerasan seksual terkait konflik tersebut, sembari menyerukan pertanggungjawaban atas tindakan itu.

Dewan tersebut menyatakan keprihatinan mendalam terkait kelaparan yang ditimbulkan oleh konflik itu dan kerawanan pangan ekstrem, serta menuntut akses kemanusiaan dan perlintasan warga sipil yang aman dan tanpa hambatan.

Para anggota DK PBB menyambut baik perjanjian mengenai gencatan senjata kemanusiaan, yang diharapkan dapat mengarah pada gencatan senjata segera, deeskalasi situasi, mitigasi dampak regional, dan mendukung masa transisi yang inklusif dan dipimpin oleh warga sipil untuk mewujudkan aspirasi masyarakat Sudan terkait masa depan yang damai, stabil, dan makmur yang sejalan dengan prinsip-prinsip kepemilikan nasional.

Mereka mendesak semua negara anggota PBB untuk menahan diri dari campur tangan eksternal yang berupaya memicu konflik dan ketidakstabilan, mendukung upaya menuju perdamaian yang langgeng, mematuhi kewajiban mereka di bawah hukum internasional, dan menerapkan resolusi DK PBB yang terkait.

Sembari menegaskan kembali komitmen mereka terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan integritas wilayah Sudan, para anggota DK PBB juga menekankan kembali penolakan mereka terhadap pembentukan otoritas pemerintahan paralel di area-area yang dikuasai oleh RSF. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.