Keren Bisa Ditiru Ini, Desa Kahala Andalkan Kolaborasi dan Pangan Lokal untuk Cegah Stunting
📅 Kamis, 17 Sep 2026, 05:23 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoSAMARINDA - Desa Kahala, Kabupaten Kutai Kartanegara, mewakili Kalimantan Timur dalam penilaian nasional 2026 berkat kolaborasi lintas sektor, penguatan data, dan inovasi pangan lokal untuk mencegah stunting.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kalimantan Timur Siti Sugiyanti di Samarinda, Selasa (15/9), menyatakan dukungan penuh terhadap Desa Kahala yang dinilai mampu menggerakkan berbagai elemen masyarakat untuk menekan angka stunting.
“Melalui berbagai program, kebijakan, inovasi, serta keterlibatan masyarakat, Desa Kahala membuktikan bahwa pencegahan stunting telah menjadi bagian dari pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, bukan hanya urusan sektor kesehatan,” kata Siti di sela penilaian secara daring yang berlangsung di Aula Desa Mandiri Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kalimantan Timur.
Siti menambahkan keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa pencegahan stunting membutuhkan kerja bersama dan dukungan berkelanjutan dari tingkat desa hingga pemerintah daerah.
Keikutsertaan Desa Kahala dalam nominasi tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperlihatkan praktik baik, sekaligus mendorong komitmen desa dalam memastikan anak tumbuh sehat.
Sementara itu, Kepala Desa Kahala Mahlan menjelaskan pihaknya terus memperkuat pelaksanaan konvergensi percepatan pencegahan dan penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor.
Kolaborasi itu melibatkan tenaga kesehatan, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, pendamping desa, hingga masyarakat luas.
“Upaya dilakukan secara terpadu, mulai dari pemantauan tumbuh kembang anak usia 0-59 bulan, pemeriksaan ibu hamil, pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri, hingga pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting,” ujar Mahlan.
Menurut Mahlan, kapasitas kader juga diperkuat melalui pemanfaatan aplikasi Human Development Worker elektronik (eHDW) oleh Kader Pembangunan Manusia (KPM) untuk pendataan dan konsolidasi data bersama pemerintah desa serta tenaga kesehatan.
Dari sisi regulasi, komitmen Desa Kahala diperkuat melalui Peraturan Desa Nomor 4 Tahun 2024 tentang Inovasi Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting.
Pemerintah desa juga terus meningkatkan dukungan anggaran untuk program tersebut. Pada 2025, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp104,98 juta dan meningkat menjadi Rp114,93 juta pada 2026.
Lebih lanjut, Mahlan mengenalkan inovasi unggulan “Kahala CERIA” (Keluarga Kahala Cegah Stunting, Ibu dan Anak Sehat Bahagia). Inovasi tersebut memaksimalkan potensi pangan lokal berupa ikan sungai sebagai sumber makanan tambahan bergizi.
“Kahala CERIA juga diwujudkan melalui Dapur Sehat Desa serta Program Seluang atau Sentuhan Kasih untuk Keluarga Kurang Gizi. Program ini diperkuat oleh Posyandu Gembira Ramah Anak dan Posyandu Kawasan,” tambahnya di hadapan Tim Penilai Pusat dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT).
Setelah pemaparan selama 20 menit oleh Kepala Desa, kegiatan dilanjutkan dengan penguatan materi dari pihak Kecamatan Kenohan, DPMD Kabupaten Kukar, dan DPMPD Provinsi Kaltim, kemudian diteruskan dengan sesi tanya jawab bersama Tim Penilai Pusat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!