Asia Hadapi Ancaman El Nino di Tengah Tekanan Energi dan Pangan
📅 Rabu, 06 Mei 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiDampak El Nino juga berpotensi memperburuk kondisi sektor pertanian di kawasan. Cuaca panas dan kering dapat menurunkan produktivitas tanaman, sementara biaya produksi pertanian terus meningkat akibat mahalnya pupuk dan bahan bakar.
“Jika harga tanaman tidak naik cukup untuk mengimbangi biaya input dan pengiriman yang lebih tinggi, margin produsen akan tertekan, sehingga meningkatkan kemungkinan penggunaan pupuk yang lebih rendah dan hasil panen yang lebih lemah,” kata Business Monitor International (BMI), unit riset dari Fitch Solutions.
Kondisi tersebut dinilai dapat memicu kenaikan harga pangan dan meningkatkan kerawanan pangan, khususnya di negara-negara yang bergantung pada impor.
Di sisi lain, beberapa wilayah Asia juga berpotensi mengalami curah hujan tinggi yang dapat memicu banjir. Kondisi ini berisiko mengganggu sektor pertanian, termasuk panen padi di wilayah tertentu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para ahli menilai negara-negara di kawasan perlu memperkuat ketahanan sistem energi untuk menghadapi potensi gangguan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!