Semifinal Liga Champions Jadi Ujian Loyalitas Julian Alvarez di Atletico
📅 Selasa, 05 Mei 2026, 06:30 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraMADRID — Laga semifinal Liga Champions antara Arsenal dan Atletico Madrid bukan sekadar perebutan tiket menuju final di Budapest. Bagi penyerang Argentina, Julian Alvarez, duel ini juga bisa menjadi titik penentu masa depannya.
Spekulasi mengenai masa depan Alvarez terus bergulir dalam beberapa bulan terakhir. Selain dikaitkan dengan Arsenal, ia juga disebut masuk radar juara Spanyol, Barcelona. Situasi ini membuat pelatih Diego Simeone berada dalam tekanan untuk membuktikan bahwa ambisi besar sang striker dapat terwujud di Madrid.
Alvarez sempat memancing rumor tersebut. “Mungkin iya, mungkin tidak, Anda tidak pernah tahu,” ujarnya pada Maret lalu ketika ditanya soal masa depannya. Namun belakangan, ia memilih meredam spekulasi dan menegaskan fokusnya pada performa tim.
“Saya tidak terlalu memperhatikan rumor. Setiap minggu selalu ada hal baru. Saya lebih memilih fokus pada apa yang kami lakukan sekarang,” kata Alvarez jelang leg pertama pekan lalu yang berakhir imbang 1-1.
Performa pemain berusia 26 tahun itu menjadi salah satu kunci kebangkitan Atletico. Setelah sempat mengalami penurunan, ia bangkit dengan mencetak 10 gol dalam 18 pertandingan terakhir, termasuk gol penting ke gawang Arsenal. Simeone pun tak ragu menyebutnya sebagai pemain paling vital dalam skuadnya musim ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada leg pertama di Stadion Metropolitano, Atletico tampil dominan meski gagal mengamankan kemenangan. Arsenal sempat mengeluhkan keputusan penalti yang dianulir VAR, tetapi kiper mereka, David Raya, justru dipaksa bekerja lebih keras dibanding penjaga gawang Atletico, Jan Oblak.
Di lini depan, Alvarez akan kembali menjadi tumpuan bersama veteran Prancis, Antoine Griezmann, yang disebut tengah menjalani musim terakhirnya sebelum hijrah ke MLS bersama Orlando City.
Bagi Alvarez, fase ini menjadi momen krusial dalam kariernya. Ia telah merasakan berbagai gelar prestisius, mulai dari Liga Inggris hingga Liga Champions bersama Manchester City, serta trofi Piala Dunia bersama Argentina. Kini, ia dihadapkan pada pertanyaan besar: apakah Atletico mampu memberinya kesuksesan serupa?
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejak bergabung pada 2024, pencapaian terbaiknya bersama Atletico baru sebatas final Copa del Rey, yang berakhir pahit setelah kalah adu penalti dari Real Sociedad. Alvarez bahkan gagal mengeksekusi penalti dalam laga tersebut, sebuah ironi yang kembali mengingatkan pada kegagalannya musim lalu di Liga Champions saat penalti “double-touch” melawan Real Madrid dianulir.
Namun, ia menunjukkan mentalitas kuat saat menghadapi Arsenal pekan lalu, dengan mengeksekusi penalti secara sempurna untuk menyamakan kedudukan setelah gol pembuka dari Viktor Gyokeres.
Meski sempat mengalami cedera ringan di pergelangan kaki, Alvarez diperkirakan tetap tampil sebagai starter di leg kedua. Simeone bahkan melakukan rotasi penuh saat kemenangan La Liga atas Valencia, memastikan skuadnya tiba di London dalam kondisi segar.
Atletico kini memburu satu tujuan besar: mencapai final Liga Champions pertama mereka dalam satu dekade, sekaligus meraih trofi yang selama ini belum pernah mereka menangkan.
Lebih dari itu, kemenangan di Emirates Stadium akan menjadi pesan kuat, bahwa Alvarez tidak perlu mencari kesuksesan di tempat lain. Madrid, bagi Atletico, harus tetap menjadi rumah bagi ambisi sang bintang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!