Heboh Pembongkaran Cagar Budaya Gorontalo, Pemerintah Angkat Bicara! Siapkan Tim Penyelamat Sejarah
📅 Senin, 22 Jun 2026, 18:27 WIB | Oleh: OpikJAKARTA - Kementerian Kebudayaan telah menyiapkan tim untuk melakukan pendampingan terkait bangunan bersejarah yakni Kantor Pos Gorontalo yang berstatus cagar budaya kota.
“Khusus Gorontalo, kita sudah menurunkan tim untuk melakukan pendampingan terhadap Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) di sana dan juga kantor pelestarian kebudayaan wilayah Gorontalo untuk melakukan pendampingan kaitannya dengan penghancuran,” ujar Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kemenbud Restu Gunawan saat ditemui di Jakarta, Senin (22/6).
Pendampingan tersebut dilakukan agar mampu mengadvokasi terkait pembongkaran rumah jawatan bekas Kantor Pos di kota Gorontalo yang merupakan cagar budaya tingkat kota itu.
Adapun tim yang dimaksud terdiri atas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk melakukan inventarisasi benda budaya yang ada di dalamnya.
“Setelah itu nanti langkah-langkah berikutnya akan kita tentukan,” kata Restu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Restu kembali mengingatkan bahwa, bangunan cagar budaya boleh dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan positif, hal ini sejalan dengan rencana pemerintah yang menyerukan agar cagar budaya bisa menjadi sejarah yang hidup atau living heritage.
“Orang-orang ini kadang-kadang seolah-olah kayak gitu tidak boleh diapa-apain. Padahal kan itu bisa dilakukan adaptasi, bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam hal. Jadi mungkin kita perlu sosialisasi juga sih ke pemerintah-pemerintah, masyarakat, komunitas bahwa cagar budaya itu boleh dilakukan adaptasi, boleh dimanfaatkan,” katanya.
Sebelumnya, pembongkaran rumah jawatan bekas Kantor Pos di Kota Gorontalo yang diyakini memiliki keterkaitan dengan sejarah perjuangan Pahlawan Nasional Nani Wartabone mendapat perhatian dari keluarga, pegiat budaya, dan lembaga pelestarian kebudayaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bangunan tersebut dikenal sebagai salah satu lokasi yang memiliki nilai historis bagi masyarakat Gorontalo. Menurut keluarga Nani Wartabone, tempat itu merupakan lokasi pengibaran bendera Merah Putih oleh Nani Wartabone untuk pertama kalinya di daerah tersebut.
Perwakilan keluarga Nani Wartabone, Iwan Hulukati, di Gorontalo, Sabtu, mengatakan pembongkaran bangunan dilakukan setelah pihak pemilik lahan memenangkan gugatan terhadap Pemerintah Kota Gorontalo.
Sebelum pembongkaran berlangsung, keluarga telah mengajukan permohonan penundaan melalui surat yang disampaikan kepada pemerintah daerah, kementerian terkait, dan sejumlah lembaga yang menangani pelestarian budaya.
"Kami sudah menyurat ke wali kota, kementerian, dan pihak terkait agar ditangguhkan dulu dan didiskusikan bersama, tetapi sampai sekarang pembongkaran tetap berjalan," kata Iwan.
Menurut dia, bangunan tersebut merupakan rumah jawatan Kantor Pos yang memiliki nilai sejarah penting bagi Gorontalo. Karena itu, keluarga berharap jejak sejarah yang melekat pada bangunan tersebut tetap dapat dipertahankan. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!