Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Kedelai Melonjak, Perajin Tempe di Ponorogo Terpaksa Perkecil Ukuran

📅 Selasa, 05 Mei 2026, 06:16 WIB | Oleh:
Harga Kedelai Melonjak, Perajin Tempe di Ponorogo Terpaksa Perkecil Ukuran Doc: antara foto
Ket. Perajin tempe di Ponorogo, Jatim.

PONOROGO - Perajin tempe di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur menyiasati kenaikan harga kedelai impor dengan memperkecil ukuran produk tempe mereka untuk mempertahankan marjin keuntungan di tengah kenaikan biaya produksi.

Salah satu perajin tempe di Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Hadi Prayitno, saat ditemui di Ponorogo, Senin (4/5), mengatakan kenaikan harga kedelai dan bahan pendukung seperti plastik kemasan membuat biaya produksi meningkat.

“Kalau harga dinaikkan pembeli bisa berkurang, jadi kami kurangi ukuran tempe,” ujarnya.

Ia menjelaskan sebelum harga kedelai naik, kapasitas produksi mencapai sekitar tiga kuintal per hari. Namun, kini produksi turun menjadi 2 kuintal hingga 2,5 kuintal per hari.

Pengurangan dilakukan dengan menyesuaikan berat tempe dalam setiap bungkus.

Jika sebelumnya sekitar 380 gram, kini tial bungkus tempe menjadi sekitar 350 gram, mengingat harga jual tetap dipertahankan.

“Untuk harga masih sama, hanya beratnya yang sedikit dikurangi,” katanya.

Hadi menambahkan dirinya tetap menggunakan kedelai impor karena ketersediaan kedelai lokal terbatas dan hasil produksinya dinilai lebih banyak.

Sementara itu, pedagang kedelai di Pasar Legi Ponorogo, Rafli, menyebut harga kedelai impor saat ini naik dari Rp10 ribu menjadi Rp12 ribu per kilogram.

“Kenaikan terjadi sejak konflik di Timur Tengah, harapannya harga bisa kembali stabil,” ujarnya.

Ia menambahkan kenaikan harga juga terjadi pada kedelai lokal yang kini berada di kisaran Rp12 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp9 ribu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.