Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Plastik Naik Tajam, Pramono Dorong Inovasi dan Alternatif Ramah Lingkungan

📅 Minggu, 12 Apr 2026, 16:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Plastik Naik Tajam, Pramono Dorong Inovasi dan Alternatif Ramah Lingkungan Doc: Antara
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta, Minggu (12/4).

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut naiknya harga plastik harus dapat menjadi momentum bagi masyarakat dan pemerintah untuk berinovasi mencari pengganti plastik sebagai wadah.

"Kami harus melakukan inovasi karena sekarang ini kebutuhan plastik ini kan pelan-pelan harus dikurangi. Harus ada substitusinya," kata Pram di Jakarta, Minggu (12/4).

Pramono mengatakan penetapan harga dan upaya penanganan kenaikan harga plastik bukan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, melainkan pemerintah Pusat.

Namun, menurut dia, selain berinovasi, naiknya harga plastik juga dapat sebagai momentum bagi semua pihak untuk kembali menggunakan cara membungkus secara tradisional.

"Kalau kondisinya tetap seperti ini, pasti akan menjadi beban. Maka, untuk itu, ya, kita kadang-kadang harus kembali ke cara tradisional pakai bungkus, daun pisang, dan sebagainya," kata dia.

Sebelumnya, harga plastik di Indonesia dilaporkan melonjak drastis, naik sekitar 30-70 persen bahkan ada yang mencapai 100 persen pada April 2026, terutama didorong oleh gangguan pasokan bahan baku akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Harga plastik kresek naik dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu per bungkus (pak), sementara jenis lain meningkat dari Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu per bungkus.

Pemerintah Pusat menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk merespons kenaikan harga bahan baku plastik dan berbagai komoditas lain yang terdampak dinamika geopolitik global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Saat memberikan keterangan media di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4), Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah saat ini fokus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan harga komoditas dunia, sekaligus menyiapkan langkah mitigasi agar dampaknya terhadap industri dan masyarakat dapat ditekan.

Menurut dia, Pemerintah menyadari bahwa gejolak global, termasuk kenaikan harga energi, berpengaruh langsung terhadap sektor industri dalam negeri, salah satunya industri plastik yang bahan bakunya masih impor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Skabies Menyerang Warga Bin...
Daerah
Antisipasi Banjir, Pemkot D...
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.