Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS: Inflasi April 2026 Terkendali

📅 Selasa, 05 Mei 2026, 16:45 WIB | Oleh:
BPS: Inflasi April 2026 Terkendali Doc: RRI/Aisyahdini

JAKARTA — Laju inflasi Indonesia pada April 2026 tetap terjaga. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,13 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 110,95 pada Maret menjadi 111,09 pada April.

Secara kumulatif sejak awal tahun, inflasi tercatat sebesar 1,06 persen. Kenaikan harga pada April terutama didorong oleh sektor transportasi yang mengalami inflasi 0,99 persen dan memberikan andil terbesar terhadap inflasi total, yakni 0,12 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kenaikan tarif angkutan udara dan harga bensin menjadi faktor utama pendorong inflasi kelompok transportasi.

“Tarif angkutan udara memberikan andil inflasi sebesar 0,11 persen. Sedangkan bensin sebesar 0,02 persen,” ujar Ateng, Senin (4/5).

Selain transportasi, sejumlah komoditas pangan turut menyumbang inflasi. Di antaranya minyak goreng, tomat, serta beras dan nasi dengan lauk. Namun, tekanan inflasi tertahan oleh penurunan harga pada sejumlah komoditas. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi sebesar 0,20 persen.

Beberapa komoditas yang berkontribusi menahan inflasi antara lain daging ayam ras dengan andil deflasi 0,11 persen. Kemudian emas perhiasan 0,09 persen, cabai rawit 0,06 persen, serta telur ayam ras 0,04 persen.

Dari sisi komponen, inflasi inti tercatat sebesar 0,23 persen, didorong oleh kenaikan harga minyak goreng, makanan siap saji. Serta barang elektronik seperti ponsel dan laptop.

Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi 0,69 persen. Ini dipicu oleh penyesuaian tarif angkutan udara, bensin, bahan bakar rumah tangga, dan rokok.

Di sisi lain, komponen harga bergejolak mengalami deflasi sebesar 0,88 persen. Terutama akibat turunnya harga komoditas pangan seperti daging ayam, cabai, dan telur.

Secara regional, sebanyak 30 provinsi mengalami inflasi, sedangkan delapan provinsi mencatat deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Papua Barat sebesar 2,00 persen, sementara deflasi terdalam terjadi di Maluku sebesar 0,17 persen.

Dengan perkembangan tersebut, inflasi April 2026 dinilai masih dalam batas aman. Ditopang oleh penurunan harga sejumlah bahan pangan yang mampu meredam tekanan dari kenaikan biaya transportasi. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.