Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gempa Letusan Masih Mendominasi Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru

📅 Kamis, 23 Jul 2026, 09:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gempa Letusan Masih Mendominasi Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi: Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan 800 meter di atas puncak pada Senin (20/7/2026).

LUMAJANG – Gempa letusan/erupsi masih mendominasi aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, selama beberapa hari terakhir.

Pada pengamatan kegempaan periode Kamis (23/7), pukul 00.00-06.00 WIB tercatat Gunung Semeru mengalami 19 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 13-22 mm, kemudian 7 kali gempa embusan dengan amplitudo 3-6 mm.

"Aktivitas kegempaan juga tercatat Gunung Semeru mengalami 1 kali harmonik dengan amplitudo 7 mm dan 1 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 18 mm," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Kamis.

Gempa letusan juga masih mendominasi aktivitas vulkanik Gunung Semeru pada pengamatan Rabu (22/7) pukul 00.00-24.00 WIB yakni sebanyak 77 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-22 mm, bahkan setiap hari jumlah gempa letusan tercatat puluhan kali.

"Selama 24 jam juga terjadi 6 kali gempa guguran, 12 kali gempa embusan dan 2 kali harmonik dengan amplitudo 6-7 mm, dengan lama gempa 49-81 detik," tuturnya.

Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa pada Kamis terpantau mengalami erupsi sebanyak dua kali yakni pada pukul 00.29 WIB dan pukul 5.48 WIB dengan visual letusan tidak teramati.

Liswanto menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Ia meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,"ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Harga Cabai Rawit Rp95.000/Kg, Telur Ayam Rp35.000/Kg

59 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp95.000/...
Megapolitan
Baznas Kota Tangerang Bantu...
Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.