Pemerintah Turun Tangan! Intervensi Harga Diperkuat
📅 Senin, 04 Mei 2026, 23:59 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA — Tren penurunan inflasi pada April 2026, termasuk pada komponen harga bergejolak (volatile food) atau inflasi pangan, menunjukkan mulai meredanya tekanan harga pangan pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri. Normalisasi permintaan masyarakat menjadi faktor utama yang mendorong penurunan tersebut.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejumlah komoditas pangan strategis sebagai penyumbang utama deflasi April, di antaranya daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, dan cabai merah.
"Tingkat inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau umumnya lebih rendah pada periode yang bertepatan dengan momen pasca-Lebaran. Seiring juga adanya normalisasi permintaan pasca HBKN," papar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono di Jakarta, Senin (4/5).
Dalam paparannya disebutkan daging ayam ras mengalami inflasi secara bulanan dari 3,30 persen di Maret menjadi deflasi 6,20 persen di April. Inflasi telur ayam ras dari 2,34 persen di Maret, turun menjadi deflasi 4,29 persen di April. Cabai rawit dan cabai merah pun alami deflasi masing-masing 14,98 persen dan 2,59 persen.
Sebagai implikasinya, tingkat inflasi pangan, baik secara tahunan maupun bulanan, juga mengalami penurunan. Inflasi pangan secara tahunan menurun dari 4,24 persen di Maret dan menjadi 3,37 persen di April. Angka ini masih terjaga di kisaran target pemerintah pada 3 hingga 5 persen. Sementara itu, komoditas yang dominan memberikan andil inflasi antara lain daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara, inflasi pangan secara bulanan terjadi deflasi 0,88 persen. Adanya deflasi di setiap April ini merupakan tren berulang sejak tahun 2024. Pada April 2024 terjadi deflasi 0,31 persen. Begitu pula pada April 2025 yang tercatat deflasi 0,04 persen. Deflasi pangan di April 2026 menjadi yang cukup terdalam
Terpisah, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian mengapresiasi kondisi pangan usai HBKN Ramadan dan Idulfitri. HBKN selanjutnya adalah Hari Raya Iduladha yang akan dirayakan masyarakat di akhir Mei ini.
"Alhamdulillah, saya sampaikan terima kasih. Harga relatif stabil dan semua pangan relatif stabil. Ini ditunjukkan oleh data BPS. Saya harus dukung ini," ujar Amran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Amran pun melontarkan mimpi swasembada yang harus terjadi di setiap jengkal Indonesia. Tentunya produksi pangan dalam negeri harus dipacu. Kepentingan petani Indonesia harus terus diutamakan oleh pemerintah.
"Mimpi kita adalah seluruh pulau Indonesia, itu swasembada pangan, protein, energi, dan etanol. Ini mimpi kita ke depan. Pertahanan negara yang baik, kalau kita berdaulat pangan di setiap pulau. Kenapa? Inflasi otomatis tidak terjadi," ungkap Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman.
Tidak Terlalu Jatuh
Oleh karena itu, deflasi yang terjadi di April akan diantisipasi pemerintah dengan memastikan harga di tingkat produsen tidak jatuh terlalu jauh. Di sisi lain, harga di tingkat konsumen harus dijaga kewajarannya bagi masyarakat.
Dalam pantauan harga Bapanas, rerata harga ayam pedaging hidup telah berada dibawah Harga Acuan Pembelian (HAP) tingkat produsen yang ditetapkan Rp 25.000 per kilogram (kg). Per 3 Mei, rerata harga berada di Rp 23.401 per kg. Ini pun telah menurun dibandingkan awal April yang berada di Rp 23.696 per kg.
Harga telur ayam ras di produsen pun juga terpantau terus turun dalam sebulan terakhir. HAP produsen telur ayam ditetapkan di Rp 26.500 per kg. Sementara per 3 Mei rerata harga berada di Rp 24.890 per kg, sedangkan pada awal April masih di Rp 25.642 per kg.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!