Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Sumedang Bentuk Satgas Ketenagakerjaan

2 Jumat, 01 Mei 2026, 18:45 WIB | Oleh:
Pemkab Sumedang Bentuk Satgas Ketenagakerjaan Pemkab Sumedang Bentuk Satgas Ketenagakerjaan Doc: antara foto
Ket. Satgas Ketenagakerjaan Kabupaten Sumedang, Jabar

SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang menyiapkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Ketenagakerjaan guna mengawasi pemenuhan hak-hak pegawai di tengah pertumbuhan sektor industri di daerah tersebut.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Sumedang, Jawa Barat, Jumat (1/5), mengatakan satgas tersebut akan menjadi wadah pengawasan bersama untuk memastikan praktik ketenagakerjaan di perusahaan berjalan sesuai aturan.

“Ada beberapa hal yang bisa segera kami tindak lanjuti, di antaranya Satgas Ketenagakerjaan untuk bisa bersama-sama mengawasi praktik-praktik di perusahaan, mana yang melanggar aturan, mana yang telah merugikan buruh,” katanya.

Ia menuturkan, pembentukan satgas menjadi langkah strategis karena tantangan ketenagakerjaan di Sumedang tidak hanya berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja, tetapi juga perlindungan terhadap pekerja yang telah terserap di sektor formal.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah angkatan kerja di Kabupaten Sumedang mencapai 646.454 orang dengan sebanyak 606.638 orang telah bekerja, sedangkan 39.816 orang masih berada dalam kategori pengangguran terbuka atau setara 6,16 persen.

Sementara itu, dari total penduduk bekerja, sebanyak 198.193 orang berstatus sebagai buruh, karyawan, atau pegawai.

Pihaknya menjelaskan bahwa besarnya jumlah pekerja formal tersebut menunjukkan perlunya sistem pengawasan ketenagakerjaan yang lebih terstruktur.

Di sisi lain, aktivitas industri di Sumedang terus berkembang seiring meningkatnya investasi dengan realisasi investasi daerah pada tahun 2025 mencapai Rp5,6 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 5.876 orang.

Menurut Dony, peningkatan investasi harus diimbangi dengan hubungan industrial yang sehat, adil, dan memberikan kepastian bagi pekerja maupun perusahaan.

“Investasi harus sejalan dengan perlindungan tenaga kerja agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara berkeadilan,” ujarnya.

Selain menyiapkan satgas, Pemkab Sumedang juga membuka ruang kolaborasi dengan serikat pekerja untuk memperkuat penyelesaian persoalan ketenagakerjaan secara berkelanjutan.

“Apabila kita semua bersatu, berkolaborasi, saling mengingatkan, dan saling menguatkan, insyaa Allah perjuangan kita akan berhasil,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Dua Tahun Lalu Alvin Tedjo,...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada   

Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada  

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.