Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perundingan Kesepakatan Pandemi Kembali Dimulai

📅 Selasa, 28 Apr 2026, 02:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perundingan Kesepakatan Pandemi Kembali Dimulai Doc: NobelPrize.org
Ket. Sylvie Briand

JENEWA - Perundingan tambahan selama sepekan untuk melengkapi bagian penting yang masih kurang dalam kesepakatan internasional tentang penanganan pandemi di masa depan dimulai pada Senin (27/4)) di WHO, dengan perbedaan pendapat yang tajam menghambat tercapainya kesepakatan.

Negara-negara kaya dan negara-negara berkembang berselisih pendapat dalam pembicaraan Organisasi Kesehatan Dunia mengenai bagaimana perjanjian pandemi, yang diadopsi tahun lalu, akan diterapkan dalam praktiknya.

Sistem Akses Patogen dan Pembagian Manfaat (PABS) dalam perjanjian tersebut membahas tentang berbagi akses terhadap patogen yang berpotensi menyebabkan pandemi, kemudian berbagi manfaat yang diperoleh darinya vaksin, tes, dan pengobatan.

"Negara-negara berkembang menyuarakan ketidakpercayaan mereka, khawatir mereka akan saling menularkan virus tanpa jaminan akses yang adil terhadap vaksin jika terjadi krisis," kata kepala ilmuwan WHO, Sylvie Briand, kepada AFP.

“Sementara itu negara-negara lain mempertanyakan apakah industri farmasi memiliki kapasitas dan motivasi untuk berkontribusi pada kesepakatan pandemi global tanpa jaminan pengembalian investasi," imbuh dia.

Tantangan lainnya, kata Briand, adalah mengintegrasikan berbagi data genetik, yang kini sama pentingnya dengan data virus fisik untuk pengembangan vaksin, pengobatan, dan diagnostik.

Pada Mei 2025 lalu, negara-negara anggota WHO mengadopsi perjanjian pandemi penting tentang penanganan krisis kesehatan di masa depan, setelah lebih dari tiga tahun negosiasi yang dipicu oleh guncangan Covid-19.

Kesepakatan ini bertujuan untuk mencegah pandemi di masa depan yang disebabkan oleh respons yang tidak terkoordinasi dan kekacauan internasional seperti yang terjadi pada krisis virus corona, dengan meningkatkan koordinasi global, pengawasan, dan akses terhadap vaksin.

Namun PABS, jantung dari perjanjian tersebut, dikesampingkan agar sebagian besar kesepakatan dapat diselesaikan.

Negara-negara diberi waktu satu pekan terakhir hingga Jumat (1/5) untuk menegosiasikan PABS, dengan harapan agar disetujui selama Sidang Majelis Kesehatan Dunia negara-negara anggota WHO, yang dibuka pada 18 Mei. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Sulawesi Utara, Daerah Tutu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.